BERITA DAERAH

Gorong-Gorong di Petungasri Pandaan Jebol ,Air Meluber Ke Jalan Raya Pemkab Gercep  Turun Tangan

1783
×

Gorong-Gorong di Petungasri Pandaan Jebol ,Air Meluber Ke Jalan Raya Pemkab Gercep  Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA -Infrastruktur bangunan berupa orong-gorong di Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya di Simpang Empat Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, jebol pada pagi hari Rabu (26/8/2026).

Penyebab jebolnya bangunan yang menuju jalur alternatif menuju Desa Sumbergedang dan Kecamatan Prigen ini cukup parah hingga saluran air meluber hingga ke Jalan Raya akibat di ada penyumbatan dan juga ada sampah

Menurut keterangan Agung, warga Petungasri, yang di konfirmasi,ia mengatakan kondisi jalan ambles sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Sebelumnya, lokasi tersebut sempat ditambal menggunakan pasir. Namun, upaya tersebut tidak bertahan lama dan jalan kembali ambles karena tak kuat karena kendaraan yang melintas tonase besar

“Pernah ditambal pakai pasir. Tapi lama-lama ambles lagi. Mulai Senin (24/8) dan sekarang tambah parah. Muncul air dan meluber ke jalan raya,” kata Agung.

Kabar jebolnya gorong gorong tersebut,langsung di respon cepat oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan langsung melakukan peninjauan. Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga dan Bina Konstruksi turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi gorong-gorong dan menentukan langkah penanganan.

Kabid SDA, Bensu Roa Priyadi, mengatakan gorong-gorong yang ambles merupakan saluran air rumah tangga. Dari hasil pengecekan, saluran tersebut dipenuhi sampah dan sedimentasi tanah sehingga aliran air tidak berjalan lancar.

“Hari ini dilakukan pembersihan sampah dan dilanjutkan pembongkaran jalan menggunakan backhoe. Jalan ini harus dibongkar karena gorong-gorongnya akan diganti,” jelas Bensu.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Danang mengatakan ruas jalan terdampak yang akan dibongkar sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1 meter. Setelah pembongkaran, gorong-gorong lama akan diganti menggunakan box culvert.

Menurutnya, amblesnya jalan juga dipengaruhi oleh kendaraan yang melintas. Ia mendapati jalan dengan lebar 10 meter itu kerap dilalui kendaraan berat. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait pengaturan arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

“Bisa jadi jalan akan ditutup total selama perbaikan. Bisa juga ditutup separuh. Tapi kalau ditutup separuh perbaikan pasti membutuhkan waktu yang lebih lama,” pungkas Danang. (Abi/sul)

 

 

Editor/Sam*

Example 300250
Editor: Sam*
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *