Pasuruan, REALITA -Dualisme kepengurusan di internal Yayasan Sanpana Bangil Kabupaten Pasuruan yang sampai saat ini masih belum ada penyelesaian lantaran kedua belah pihak baik yang mengklaim sebagai pengurus yang sah menjadi keprihatinan tersendiri dari KH Sobri Sutroyono salah satu tokoh ulama dan aktivis Nahdlatul Ulama asal Bangil.
Saat di wawancarai awak media ,Pria yang akrab di panggil Gus Sobri dirinya merasa sangat prihatian atas konflik di tubuh Yayasan Sanpana Bangil yang tidak berkesudahan , dirinya meminta kepada kedua belah pihak yakni kelompok Gus Najib Syafii dan Kelompok Sudiono Fauzan untuk segera melakukan “tabayyun” agar permasalah segera selesai
“demi kebaikan UNUBA kita harus segera “tabayyun “jangan mencari kebenaran masing masing ini egois , kalo masih ngotot masalah ini tidak segera selesai jangan sampai umat dan anak anak didik yang tidak tahu menau persoalan jadi terdampak “jelasnya di sela sela acara di Gedung putih pada ( 21/07/26)
Dirinya juga berusaha untuk membantu menyelesaikan persoalan ini dengan melakukan komunikasi dengan kedua belah pihak untuk mengurai benang kusut yang menjadi pemicu persoalan yang sejati bisa di selesaikan dengan jiwa Negarawan “nanti saya coba komunikasi dengan lagi “imbuhnya.
Seperti yang di muat sebelumnya konflik ini bermula dari pengangkatan rektor UNUBA oleh ketua Yayasan Sudiono Fauzan ,pengangkatan tersebut di protes oleh kelompok Gus Najib Syafii lantaran mereka tidak mengantongi legalitas berupa akte pendirian Yayasan serta sudah berakhirnya masa jabatan sebagai ketua yayasan
Imbasnya para mahasiswa yang akan lulus menjadi gelisah lantaran mereka yang terkena dampak langsung,salah satunya siapa yang sah melakukan tanda ijazah , hingga para mahasiswa meminta bantuan pendampingan hukum ke PERADI.(abi/sul)
Editor/Sam*















