Pasuruan, REALITA –Wajah ceria tampak di ruat muka Ribuan anak-anak dari kelompok bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Pasuruan saat menghadiri acara peringatan Hari Anak Nasional ke 42,mereka tampil tanpa cangnggung kala mengekpresikan kreasi mereka di hadapan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo serta BUNDA PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo.
“Acara yang di gelar di di Lapangan Yonkav 8 Beji, Kamis (23/7/2026) pagi Diawali dari lomba finger painting, kemudian dilanjutkan tari anak massal yang diikuti oleh 70 anak KB dan 10 anak TK, Parade budaya Kabupaten Pasuruan oleh anak-anak KB, TK dan RA Perwakilan dari 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan.
Juga ada penampilan pentas seni ajang kreatifitas anak hebat seperti drama inklusi dari TK Al Ghozali Prigen, permainan tradisional dari TKN Pembina, menyanyi duet TK Al Wardah Pandaan, gerak dan lagu KB sampai pencak silat dari TK Ummatul Wahidah Bangil.
Dengan mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, acara ini dikemas dengan lomba finger painting, senam bersama, dan tari massal PAUD. Sekaligus menjadi momentum peluncuran buku anak karya guru PAUD Kabupaten Pasuruan.
Dalam sambutanya,Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo secara resmi meluncurkan buku berjudul “Medi Si Gigi Putih”. Buku edukasi tersebut merupakan karya guru PAUD yang diterbitkan bekerja sama dengan Penerbit Airlangga.Peluncuran buku ini menjadi bentuk apresiasi kepada tenaga pendidik yang berinovasi menciptakan media belajar yang menyenangkan bagi anak.
Pria yang akrab di panggil mas Rusdi ini nuturkan bahwa Pemerintah bersama dengan semua pemangku kebijakan memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak mendapat haknya.
“Mari kita sayangi dan lindungi anak-anak kita. Mereka adalah pemimpin masa depan sekaligus investasi terbaik bangsa. Yang harus kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter dan kreativitasnya,” tegas Rusdi.
Terpisah,Bunda PAUD Kabupaten Pasuruan, Mella Rusdi, mengatakan tema HAN tahun ini mengingatkan pentingnya lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, dan bebas dari kekerasan serta diskriminasi.“Setiap anak juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ujar Mella.
Ia menekankan, tumbuh kembang anak yang optimal adalah kunci mewujudkan generasi unggul.
“untuk mewujudkan generasi unggul salah satunya Tumbuh kembang anak yang optimal merupakan fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama memberikan perhatian terbaik bagi anak-anak,” kata Mella.
Bupati Rusdi mengajak keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, media, hingga seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi.
“Perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kepedulian semua pihak agar anak-anak dapat tumbuh sehat, aman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi,” pungkasnya.
Peringatan HAN 2026 di Kabupaten Pasuruan diharapkan tidak berhenti di kegiatan seremonial. Tetapi menjadi penguat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan ramah anak dan melahirkan generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(abi/sul)
Editor/Sam*















