Pasuruan, REALITA -Meski penerimaan daerah pada tahun 2026 ini mengalami penurunan yang cukup signifikan hingga mencapai angka lebih kurang Rp 700 miliar,Perhatian Pemkab Pasuruan dalam mengurangi kesenjangan sosial dan pemberikan hunian yang layak bagi warga miskin tetap ada,salah satu program pendukung tersebut yakni bantuan RTLH ( rumah tidak layak huni).
Kepala Dinas Perumahan Dan Pemukiman Eko Bagus Wicaksono yang di konfirmasi awak media pada Kamis ( 21/05/26) menjelaskan bahwa program pengentasan kemiskinan dan pengurangan Kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan masih tetap di anggarkan meski penerimaan daerah mengalami penurunan
“tahun ini ada 174 program bedah rumah yang di biayai dari APBD II ,tiap unit /penerima bantuan bedah rumah Rp 20 jt rupiah ,di khususkan bagi kelompok masyarakat rentan sosial “jelasnya.
Selain itu,sasaran program RTLH tersebut juga di fokuskan di wilayah kumuh yakni di Desa Kalirejo Bangil sebanyak 49 unit,sedangkan sisanya 125 tersebar di beberapa 19 Kecamatan kecamatan, angka berfariatif tergantung dari usulan masing masing Desa melalui Musrengbang dan hasil evaluasi tim.
Saat ini progress pelaksanaan bantuan RTLH di masing masing kecamatan sebagian sudah berjalan ,ada juga yang rumahnya sudah di bongkar, pengiriman material dari toko material / / toko galangan.sebagian penerima bantuan ada yang akan mengerjakan setelah hari raya Idul Adha
”bantuan Rp 20 jt yang di berikan Pemkab Pasuruan tidak mungkin bisa untuk mambangun rumah seratus persen,maka perlu dukungan dari masyarakat dan pihak keluarga”imbuhnya.(abi/sul)
Editor/Sam*















