Example floating
Example floating
BERITA SAMPANG

Valen Bakal Tampil di Sampang, Kiai Habaib Usulkan Ganti Konsep Konser Jadi Salawat

914757
×

Valen Bakal Tampil di Sampang, Kiai Habaib Usulkan Ganti Konsep Konser Jadi Salawat

Sebarkan artikel ini

Sampang, REALITA – Konser amal “Satu Irama Peduli Nusantara” yang bakal menghadirkan Valen, runner-up Dangdut Academy 7, menjadi perhatian sejumlah kiai dan habaib di Sampang. Pada audiensi di Kantor DPRD Kabupaten Sampang hari ini, mereka menyampaikan sejumlah pertimbangan terkait pelaksanaan acara.

Habib Abdurahman, salah satu ulama daerah tersebut, menjelaskan bahwa keberatan utama berasal dari potensi campur baur laki-laki dan perempuan dalam konsep acara yang direncanakan.

“Kami menolak konser tersebut karena dalam pelaksanaannya terdapat campur baur antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menjadi keberatan utama kami,” ujarnya secara tegas.

Pertimbangan lain adalah waktu pelaksanaan yang mendekati bulan suci Ramadan. Menurut Habib Abdurahman, menjelang Ramadan seharusnya menjadi masa bagi umat Islam untuk fokus pada kegiatan positif.

“Pelaksanaan konser sangat dekat dengan bulan suci Ramadan. Padahal menjelang Ramadan seharusnya umat Islam mempersiapkan diri dengan kegiatan yang positif. Kami tidak menafikan adanya manfaat, tetapi mudaratnya kami nilai jauh lebih besar,” katanya.

Momentum acara yang bertepatan dengan Hari Valentine juga menjadi poin yang disorot. Menurutnya, perayaan tersebut sering dikaitkan dengan pergaulan remaja yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.

“Valentine identik dengan pergaulan remaja dan sering dikaitkan dengan perilaku yang kurang baik serta bernuansa negatif,” jelasnya.

Sebagai alternatif, para ulama mengusulkan agar acara diubah menjadi kegiatan dengan nuansa religius, seperti pembacaan salawat. Habib Abdurahman menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki masalah dengan kehadiran Valen sendiri.

“Kami bukan anti Valen dan bukan anti seni. Valen juga merupakan putra daerah Madura. Jika panitia tetap ingin menghadirkan Valen, dan masyarakat mencintai Valen, maka seharusnya mengikuti arahan ulama. Ulama menginginkan Valen membawakan lagu-lagu salawat secara penuh,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terkait dampak sosial yang mungkin terjadi jika konsep acara tetap menggunakan format yang melibatkan tarian atau gerakan yang tidak sesuai.

“Kami khawatir akan terjadi musibah terhadap umat Islam jika konsep ini dibiarkan. Hal ini juga bisa menjadi contoh bagi kafe-kafe lain untuk menggelar kegiatan serupa,” katanya.

Habib Abdurahman menyatakan bahwa upaya untuk menjaga norma agama di masyarakat akan terus dilakukan melalui berbagai bentuk dakwah.

“Dakwah ini tidak hanya dilakukan saat ini, tetapi akan terus kami lakukan sampai nyawa kami dipanggil oleh Allah SWT,” tegasnya.

Namun, ia menekankan bahwa audiensi hari ini belum menghasilkan keputusan akhir. Musyawarah lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan kondisi Sampang tetap kondusif menjelang Ramadan.

“Ini bukan akhir atau keputusan final. Akan ada musyawarah kembali terkait revisi konsep acara. Harapan kami, kondisi Sampang tetap aman dan kondusif menjelang bulan suci Ramadan,” pungkasnya.

Sementara itu, Zakaria dari tim organizer menyampaikan bahwa para ulama pada prinsipnya tidak menolak Valen untuk tampil di Sampang. Yang diminta adalah penyesuaian agar acara tetap berada dalam koridor norma agama.

“Para ulama kita bukan berarti tidak setuju Valen tampil di Sampang. Namun memang ada sejumlah masukan yang harus diikuti panitia, terutama agar kegiatan ini tidak melanggar norma-norma agama,” jelas Zakaria.

Masukan tersebut mencakup berbagai aspek seperti penyediaan fasilitas tempat salat, pengaturan lokasi acara, hingga langkah-langkah keamanan. Menurutnya, para ulama sebenarnya mendukung tujuan dari kegiatan ini.

“Tidak ada penolakan dan tidak ada pula upaya meremehkan panitia. Justru para ulama, kiai, dan habib memberikan arahan agar kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik dan tetap dalam koridor norma agama,” ujarnya.

Zakaria memastikan bahwa acara tetap akan digelar dengan beberapa penyesuaian berdasarkan masukan dari para ulama. Permintaan untuk mengubah nama atau konsep acara menjadi kegiatan salawat masih dalam tahap pembahasan, dan panitia berencana untuk bertemu langsung dengan Habib Abdurahman.

“Terkait permintaan mengganti nama acara atau konsep selawat, itu masih kami diskusikan bersama tim. Kami juga memiliki agenda untuk bertemu langsung dengan Habib Abdurahman,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa Valen tetap akan tampil dan akan menyajikan lagu-lagu dengan nuansa Islami mengingat kedekatan waktu pelaksanaan dengan bulan suci Ramadan.

“Valen tetap tampil dan akan membawakan lagu-lagu Islami, meskipun tidak semuanya. Diperkirakan satu atau dua lagu Islami mengingat datangnya bulan suci Ramadan,” tutup Zakaria.

eMHa

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *