Bogor, REALITA – Sebagai wujud layanan berdampak, Kantor Kementerian Agama Kab. Bogor menginisiasi Gerakan Nyaah Ka Emak yang diluncurkan oleh Wakil Menteri Agama RI K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i di Cibinong pada Kamis (16/4/2026).
.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bogor, H. Raden Enjat Mujiat mengatakan bahwa selama ini ada di antara pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Bogor yang rutin memberikan bantuan kepada ibu lansia dan anak yatim.
.
“Bantuan tersebut biasanya berupa sembako, makanan, atau uang tunai secara berkala agar mereka dapat berdaya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hanya saja kegiatan mulia tersebut masih bersifat personal, sehingga Kita ingin memformalkan dalam program bertajuk Nyaah Ka Emak,” pungkasnya.
.
Program ini menurutnya dapat memperkuat salah satu Asta Cita yaitu dalam rangka membangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi, olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, karena manusia yang berdaya akan melahirkan generasi yang siap dan mampu menjaga dan merawat Indonesia.
.
“Kita yakin bahwa manusia dengan SDM yang unggul berangkat dari pendidikan yang berkualitas, dan pendidikan yang berkualitas bisa diraih oleh anak-anak yang sehat lahir dan batin, cukup sandang pangan, dan gizi yang baik. Oleh karena itu, bantuan yang Kita berikan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Karena di sekitar Kita, masih saja ada anak yang jangankan untuk makan bergizi, mungkin untuk sarapan pun mereka jarang temui,” tuturnya.
.
Secara teknis, H. Raden Enjat Mujiat menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan dalam Program Nyaah Ka Emak disesuaikan dengan kemampuan masing-masing ASN, karena yang terpenting adalah wujud perhatian kepada para lansia di sekitar tempat tugas maupun rumah mereka.
.
Gerakan ini mendapat dukungan dari Kakanwil Kemenag Prov. Jabar H. Dudu Rohman sebagai wujud kebermanfaatan keberadaan ASN kepada masyarakat.
.
Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya ASN meningkatkan integritas dan keteladanan sebagai bagian budaya kerja Kementerian Agama melalui gerakan ini.
.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemenag RI H. Khairunas mendukung kegiatan ini sebagai wujud syukur sebagai ASN Kementerian Agama yang perlu terbuat baik kepada sesama, karena bisa jadi kebaikan tersebut menjadi jalan kesuksesan dalam kehidupan.
.
“Sebagai ASN, Kita sudah mendapatkan berbagai fasilitas mulai dari gaji, tunjangan, dan sebagainya, semua itu Kita dapatkan dari Kementerian Agama. Lalu apa yang sudah Kita berikan kepada Kementerian Agama? Melalui gerakan inilah Kita turut mengharumkan nama Kementerian Agama,” ungkapnya.
.
Selanjutnya, Wamenag K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i mengaku bangga dengan gerakan Nyaah Ka Emak lantaran belum terlalu familiar di Indonesia. Menurutnya, program ini bisa menjadi motivasi syukur dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
.
“Orang yang betul-betul beriman, maka motif dan tujuannya adalah Allah. Inilah yang menjadikan Kita sebaik-baiknya manusia. Kita mengabdi di Kementerian Agama dan Kita wujudkan layanan berdampak dengan memberikan kasih sayang kepada kaum ibu di sekitar Kita,” tuturnya.
.
Lebih lanjut, sebagai motivasi, Wamenag menyampaikan bahwa kegemaran bersedekah akan mendatangkan ketenangan jiwa, pahala berkali-kali lipat, serta menjauhkan dari musibah.
.
“Sehingga bagi yang ingin sukses dalam karir, pengabdian, dan jabatannya, maka banyaklah bersedekah, salah satunya melalui gerakan ini,” tutupnya.
Nampak hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Kab. Bogor, Wakil Penasihat DWP Kemenag RI, staf khusus, Kakanwil Kemenag Prov. Jabar, Ketua DWP Kankemenag Kab. Bogor, para Kasi, para Penyelenggara Bimas, para Kepala KUA, para pengawas masrasah dan PAI, para kepala madrasah negeri, penyuluh Agama Islam, serta para ibu lansia dan yatim.
Adw















