Example floating
Example floating
Blog

Targetkan PAD Rp 1,197 Triliun,Ini Langkah Yang Di Lakukan Mas Rusdi Bupati Pasuruan

994
×

Targetkan PAD Rp 1,197 Triliun,Ini Langkah Yang Di Lakukan Mas Rusdi Bupati Pasuruan

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA –Upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus di matangkan salah satunya melalui skema intensifikasi dan ekstensifikasi. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat kemandirian fiskal di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan prioritas program nasional.

Dalam proyeksi APBD 2026, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp 3,502 triliun. Dari jumlah tersebut, PAD dipatok sebesar Rp 1,197 triliun atau sekitar 34,18 persen dari total pendapatan daerah.langkah itu merupakan indikator penting dalam penguatan kemampuan daerah serta membiayai pembangunan secara mandiri.

Upaya peningkatan PAD tak di lakukan secara srampangan tapi di lakukan secara step by step dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan dunia usaha. Pemerintah daerah menegaskan, kebijakan yang ditempuh jangan sampai membebani wajib pajak maupun para pelaku usaha.

“Salah satunya, kita menaati instruksi gubernur terkait pajak air bawah tanah (ABT). Itu harus naik, tapi sekarang kita kaji dulu kenaikannya berapa,” ujar Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo pada Selasa (28/04/26)

Meski ada rencana penyesuaian tarif, pemerintah memastikan kebijakan tersebut tidak dilakukan secara agresif. Pertimbangan utama tetap pada keberlangsungan dunia usaha yang saat ini dihadapkan pada persaingan ketat.

“Bagaimanapun, ketika naik ya jangan terlalu memberatkan pengusaha. Kasihan, sekarang persaingan luar biasa ketat. Pertumbuhan ekonomi kita juga masih sekitar 5,39 persen, itu harus kita hitung dampaknya,” imbuhnya.

Selain optimalisasi pajak, strategi lain yang ditempuh adalah pembaruan basis data. Pemerintah akan melakukan pendataan ulang wajib pajak (WP) serta Nomor Objek Pajak (NOP) untuk memastikan potensi pendapatan tergarap maksimal.

Pendataan ini dinilai krusial karena masih banyak potensi pajak dan retribusi yang belum tergali secara optimal. Dengan data yang lebih akurat, kebijakan fiskal diharapkan lebih tepat sasaran.

“Pendataan ulang WP dan NOP terus kita lakukan. Setelah ini juga ada rapat dengan Bapenda untuk memetakan potensi PAD dari berbagai sektor, baik pajak maupun retribusi,” jelasnya.

Langkah intensifikasi dilakukan dengan mengoptimalkan sumber pendapatan yang sudah ada, sementara ekstensifikasi diarahkan untuk menggali potensi baru yang selama ini belum terdata.

Dengan strategi tersebut, Pemkab Pasuruan berharap mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan daerah dan perlindungan terhadap masyarakat serta pelaku usaha. Target besarnya, kemandirian fiskal tetap tercapai tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi lokal.(Abi/Sul)

 

Editor/Sam*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *