Example floating
Example floating
Blog

Pemdes Kedungcangkring Gelar Ruwah Desa, Ditutup Pagelaran Kesenian Wayang

123454
×

Pemdes Kedungcangkring Gelar Ruwah Desa, Ditutup Pagelaran Kesenian Wayang

Sebarkan artikel ini

REALITA.CO.ID || Sidoarjo-Yudianto Kepala Desa Kedungcangkring, jabon dan kegiatan Ruwah Desa. Pemdes Kedungcangkring, Kecamatan Jabon gelar Ruwah Desa. Serangkaian acara tersebut dipusatkan di Dusun Podokaton diawali dengan ziarah makam sesepuh Mbah Riyah, dan Mbah Jati (sing babat deso). Dipimpin langsung Kepala Desa Kedungcangkring Yudianto , dan diikuti staff beserta Perangkat Desa, Toga, Tomas, dan Karangtaruna. Selain juga digelar Qhotmil Qur’an pada seluruh musholla diwilayah KedungcangKring,, sekaligus ditutup pageralan kesenian campur sari, dan wayang kulit, Kamis (22/02/2024) siang.

Sementara Yudianto Kepala Desa Kedungcangkring diruang kerjanya menjelaskan bahwa kegiatan Ruwah Desa yang ada ini adalah pertama kali. Dimana beberapa desa diwilayah Kecamatan Jabon, hanya Desa Kedungcangkring yang belum pernah melaksanakannya. ” di Tahun 2024 ini sejak jabatan saya sebagai kepala desa, baru dilaksanakan Ruwah Desa, ” ucapnya.

Kenapa kegiatan ini, tidak digelar pada halaman kantor desa. Menurut Yudianto, hal itu dikarenakan melihat kantor balai desa. Letak posisinya ditengah-tengah, dan banyak pondok pesantren. Dikawatirkan mengganggu proses aktifitas belajar-mengajar atau lainnya. Selain itu Ruwah Desa identik dengan kesenian wayang, ludruk, dan sebagiannya. Sedangkan Desa Kedungcangkring tidak bisa seperti itu, otomatis Ruwah Desa saya gilir dari Dusun ke Dusun, ungkapnya.

Masih kata Yudianto, pertama kalinya kemarin di Desa Kedungcangkring, sesuai rencana awal akan dihadirkan D’ai kondang Gus Miftah. Namun jamnya beda, sedangkan jadwal, tanggal, hari sama dengan Desa Semambung. Maka di Tahun 2024 dialihkan, dan ditaruh pada Desa Podokaton. Kedepannya akan dialokasikan di Dusun Kauman, selanjutnya mudah-mudahan kegiatan ini terus berkelanjutan, dan jangan sampai berhenti pada era kepemipinan saya, terangnya.

Kami selaku Pemerintah Desa Kedungcangkring berharap adanya acara ini, dapat mewujudkan kebersmaan, kekompakan, memperkuat tali silaturahmi. Sehingga desa tercinta lebih maju, dan berkembang. Intinya Ruwah Desa digelar sebagai wujud rasa puji syukur pada Alloh SWT, atas rezeki, rahmat yang telah diberikanNya. Serta menghormati mengenang jasa-jasa para leluhur desa.

” merasa damai, tentram, dan sejahtera. Serta dijauhkan dari segala musibah, bencana dan malapetaka, agar kemakmuran dapat terwujud selamanya. Terutama anak-anak muda, di jauhkan, dan jangan sampai salah pergaulan. Pada moment-moment ini, untuk pencegahan Narkoba, ” pungkasnya.(Syamsul /A-6)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *