Example floating
Example floating
Berita Bangkalan

Pelayanan Puskesmas Galis Dinilai Buruk, Lantaran Pasien Terindikasi Penyakit Tambahan Hingga Dipulangkan Saat Belum Sembuh

2240
×

Pelayanan Puskesmas Galis Dinilai Buruk, Lantaran Pasien Terindikasi Penyakit Tambahan Hingga Dipulangkan Saat Belum Sembuh

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Galis Kabupaten Bangkalan masih menjadi persoalan yang terus dikeluhakn warga. Meski sudah memiliki program pelayanan kesehatan yang baik, namun di lapangan masih ditemui adanya pelayanan kesehatan di tingkat paling bawah belum maksimal dilakukan. Seperti yang dirasakan warga yang terpaksa anaknya harus dirujuk ke Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

Seorang warga Kecamatan Galis berinisial M, mengaku kecewa atas pelayanan di Puskesmas Galis lantaran anaknya yang dirawat mulai tanggal 2/01/2026 hingga 5/01/2026 kondisinya semakin memburuk.

‎”bukan tambah membaik malah tambah memburuk, tanggal 2 masuk  kondisi dan simbiosisnya baik.. sekarang dikasih obat, dikasih cairan kok malah tambah menurun simbiosisnya dari 100 jadi 40. ini salah yang sakit apa salah obat?” keluhnya, Senin, (5/1).

‎Ia juga mengeluhkan adanya indikasi penyakit tambahan setelah dirawat di Puskesmas tersebut.

“Awalnya hasil tes darah infexsi sama tipes.. setelah dua hari di sini kok kata hasil tes darah tadi mengarah ke DBD. pola keng ecampur nyamuk obatnya?” Imbuhnya.

Terpisah, ada pula keluarga pasien yang mengaku masih belum sembuh, namun sudah dipulangkan oleh petugas puskesmas.

“Ibu saya juga dirawat di Puskesmas Galis, keadaannya masih belum sembuh sudah boleh pulang katanya.” ungkap warga kecamatan Galis yang lain namun enggan disebutkan namanya. Rabu, (7/1).

‎Menanggapi hal tersebut Samiyah selaku kepala Puskesmas Galis menyarankan agar keluarga pasien konsultasi langsung dengan Dokter yang bertanggungjawab agar mendapatkan penjelasan.

‎”Monggo silahkan kalau mau tanya2 keluarga pasien langsung ke puskesmas biar ketemu langsung sama dokter penanggung jawab nya” ujarnya saat dikonfirmasi via chat WhatsApp. Selasa, (6/1).

‎Kepala Puskesmas Galis yang akrab dipanggil Memey itu juga sedikit menjelaskan terkait indikasi tambahan penyakit yang dikeluhkan oleh pasien.

‎”Kalau DBD memang masa krisis masing2 orang beda pak, karena DBD bukan karena infeksi makanya, kalau pasien DBD walaupun sdh di infus tapi intake (makan dan minumnya) g banyak bukan tambah sembuh justru akan tambah lemas dan penandanya memang pemeriksaan darah trombosit, tiap hari hasil trombosit akan berubah2 di fase kritis,  kembali kepasien lagi tambah g makan minum banyak, maka trombosit akan tambah turun, lemas, ada yg Sampek perdarahan dan sampai syok.” Jelasnya.

eMHa

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *