Example floating
Example floating
Blog

Peduli Akan Stunting, Bati Tuud Koramil Juwiring Hadiri Rembug Stunting Tingkat Kecamatan Juwiring

233532
×

Peduli Akan Stunting, Bati Tuud Koramil Juwiring Hadiri Rembug Stunting Tingkat Kecamatan Juwiring

Sebarkan artikel ini

REALITA.CO.ID || KLATEN – Stunting merupakan masalah kesehatan yang terjadi ketika anak mengalami pertumbuhan yang terhambat secara fisik dan kognitif akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kehamilan hingga usia dua tahun.

Peduli akan stunting, Bati Tuud Koramil 21 Juwiring Kodim 0723 Klaten Serma Dwi Paryono menghadiri Rembug Stunting di Aula Kantor Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. (19/4/2024)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BAPPERIDA Kabupaten Klaten. Kepala DISOSP3KB Kabupaten Klaten, Camat Juwiring Nindyarini Budi Wardhani, S.Ip.,M.M, Kapolsek Juwiring AKP Sumardi, SH, Kepala Puskesmas Juwiring dr. Mariana Sukowati, Kades, Bidan Desa dan Kader Posyandu se Kecamatan Juwiring.

Dalam sambutannya, Camat Juwiring menyampaikan bahwa tujuan dari Rembug Stunting ini adalah untuk meningkatkan komitmen para pengambil kebijakan dalam percepatan penurunan stunting serta meningkatkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan, koordinasi, pemantauan dan evaluasi,

“Sosialisasi dan komunikasi interpersonal dan konsistensi dalam penanganan Stunting itu penting untuk mencapai Kecamatan Juwiring bebas dari stunting,” ungkap Nindyarini Budi Wardhani, S.Ip.,M.M.

Senada dengan Camat Juwiring, Bati Tuud Koramil 21/Juwiring menambahkan bahwa TNI AD khususnya Koramil 21/Juwiring akan selalu mendukung upaya penurunan Stunting dengan pelaksanaan program-program yang bekerjasama langsung dengan instansi terkait, aktif melaksanakan pendampingan kepada dinas lintas sektoral baik Puskesmas maupun PLKB.

“Dengan bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik, harapannya angka stunting dapat terus berkurang. Selain itu kami mengajak warga agar senantiasa memelihara dan menjaga sanitasi lingkungan masyarakat agar mendapatkan lingkungan yang sehat,” ujar Serma Dwi Paryono.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Juwiring dr. Mariana Sukowati dalam paparannya menjelaskan bahwa stunting atau yang biasa disebut dengan kekerdilan adalah suatu kondisi tumbuh kembang anak yang terganggu akibat masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi anak yang buruk dalam jangka waktu yang cukup lama.

“Anak yang berusia di bawah lima tahun memiliki tubuh yang lebih pendek atau sangat pendek dari seusianya yang lain harus di cek kondisinya bisa melalui Puskesmas maupun Bidan Desa,” ungkap dr. Mariana Sukowati.

“Dengan adanya kegiatan ini para kader posyandu di tiap-tiap desa bisa menyampaikan ke para orang tua terutama ibu hamil dan ibu yang memiliki balita untuk memberikan gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan menerapkan kehidupan bersih dan sehat demi mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkasnya. (Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Beri Dukungan Moril,Puluhan Ribu Masyarakat Dari Berbagai Kecamatan Melakukan Aksi Damai REALITA.CO.ID || SAMPANG– Puluhan ribu masyarakat dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Sampang bersama Persekutuan Integral Aktivis Indonesia (PERISIA) menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab setempat. Selasa (21/5/24). Aksi damai dari ribuan massa tersebut ditunjukkan guna mendukung dan memberikan support moril terhadap kinerja Penjabat (Pj) Bupati Sampang Rudi Arifianto selama ini. Tampak masyarakat membawa poster, spanduk bertuliskan yang menunjukkan dukungan terhadap Rudi Arifianto. Korlap aksi H Sukardi mengatakan, pihaknya bersama ribuan masyarakat datang untuk mendukung penuh kerja-kerja Pj Bupati Sampang selama ini dan rencana kerja ke depan. Menurutnya selama lima bulan kepemimpinan Pj Bupati Sampang (Rudi Arifianto) banyak hal poistif yang dikerjakan untuk Kabupaten Sampang. Salah satunya adalah mengubah air laut menjadi air tawar, pemanfatan urine sapi sebagai pupuk organik cair dan rencana pembangunan embong skala besar dibeberapa titik guna menampung luapan air ketika banjir sekaligus untuk mengatasi kekurangan air ketika musim kemarau. “Artinya, Pj Bupati Sampang sudah punya i’tikad baik untuk melakukan langkah-langkah konkret memajukan kabupaten Sampang dari berbagai sisi,” ucapnya. Tak hanya itu, Sukardi juga mendukung upaya evaluasi Pj Kades yang dilakukan oleh Pj Bupati Sampang bersama dengan tim evaluasi Kabupaten. Menurutnya Evaluasi Pj Kades sudah sesuai dengan aturan Peraturan bupati (Perbup) “Akhir-akhir ini, Pj Bupati Sampang diserang sedemikian rupa oleh segelintir orang berkaitan dengan kebijakannya mengevaluasi Penjabat Kepala Desa (Pj Kades). Padahal Pj Bupati hanya menjalankan amanat perbup nomor 27/2021 pasal 72 yang menyatakan “Penjabat Kepala Desa dalam hal melaksanakan tugas, wewenang dan kewajiban dilakukan evaluasi setiap enam bulan oleh Tim Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Desa” Dimana perbup dimaksud disahkan pada periode sebelum Pak Rudi Arifiyanto menjabat sebagai Pj Bupati Sampang,” tegasnya. Berikut beberapa poin pernyataan sikap PERISAI bersama dengan ribuan masyarkat saat menggelar aksi damai. 1. Mendukung kinerja PJ Bupati Sampang, baik yang telah dilakukan dan yang masih dalam tahap perencanaan. 2. Kami dukung penuh PJ Bupati Sampang perihal evaluasi PJ Kepala Desa, Sesuai Perbup No. 27 Tahun 2021 yang disahkan oleh pemerintahan sebelumnya. 3. Mendorong PJ Bupati Sampang untuk segera membentuk Tim Terpadu untuk Monitoring kinerja PJ Kades Se-kabupaten Sampang.
Blog

REALITA.CO.ID || SAMPANG– Puluhan ribu masyarakat dari berbagai…