Example floating
Example floating
BERITA DAERAH

Minta Pemkab Bantu Atasi Kesemerawutan Di Perempatan Randupitu – Gempol

923
×

Minta Pemkab Bantu Atasi Kesemerawutan Di Perempatan Randupitu – Gempol

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA –Kesemerawutan di jalan Kabupaten tepatnya di perempatan Desa Randupitu Kecamatan Gempol pada jam- jam oprasional sibuj ( jam sekolah dan jammasuk kerja ) mulai di keluhkan masyarakat lantaran kejadian tersebut sering terjadi, mereka meminta agar ada kebijakan khusus dari Pemkab Pasuruan memberikan solusi pembatasan bagi kendaraan umum yang melintas

Usulan tersebut di anggap salah satu solusi konkret untuk mengurai kemacetan di simpang empat Randupitu paska viralnya video kemacetan panjang di media social beberapa hari terakhir.

Tampak Dalam video yang beredar, antrean kendaraan tampak mengular cukup Panjang hingga membuat arus lalu lintas nyaris tidak bergerak.

Kondisi tersebut sejatinya sudah di bahas kdibahas dalam rapat koordinasi bersama Forkopimcam Gempol, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup serta sejumlah pihak terkait di Aula Kecamatan Gempol, Selasa (12/5/2026).

Terpisah Kepala Desa Randupitu Mochammad Fuad yang di konfirmasi pada Rabu ( 13/05/26) ia menuturkan kepadatan kendaraan di simpang empat Randupitu memang terus meningkat seiring berkembangnya kawasan industri dan bertambahnya aktivitas masyarakat di wilayah Gempol dan sekitarnya.

Di sana berdiri banyak perusahaan sehingga kendaraan besar seperti truk sumbu tiga hingga kendaraan angkutan logistik hampir setiap hari melintas bersamaan dengan jam sekolah dan jam masuk kerja karyawan.

“Ketika jam sibuk pagi hari, kendaraan pekerja, pengantar sekolah dan truk besar bertemu di waktu yang sama. Itu yang membuat kemacetan cukup parah,” katanya.

Karena itu, pihak desa mendorong adanya surat edaran pembatasan jam operasional kendaraan besar agar tidak melintas pada waktu-waktu tertentu, khususnya saat aktivitas masyarakat sedang padat.

“Kami mengusulkan adanya pembatasan jam operasional truk besar, terutama di jam anak sekolah dan jam masuk kerja” jelas Fuad.

 

Fuad, sapaan akrab Kades mengakui simpang empat Randupitu saat ini menjadi salah satu titik lalu lintas tersibuk di wilayah Gempol karena menjadi jalur penghubung menuju Bangil, Pandaan, Beji hingga kawasan industri.

Bahkan, kata dia, volume kendaraan setiap tahun terus meningkat sementara kapasitas jalan relatif tetap. Kondisi itu, kata Fuad, membuat kemacetan sulit dihindari apabila tidak ada penanganan serius.

Sebagai solusi jangka pendek, selain pembatasan kendaraan besar, pihak desa juga mengusulkan pemasangan traffic light untuk membantu pengaturan arus kendaraan dan penyeberang jalan.

Sekalipun, diperlukan kajian lebih lanjut terkait penataan lalu lintas hingga kemungkinan pelebaran jalan di kawasan tersebut.“Yang penting sekarang bagaimana ada langkah nyata dulu agar kemacetan ini tidak terus terulang setiap pagi,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Gempol Hadi Mulyono menyatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung usulan pembatasan kendaraan besar di jam sibuk.

Namun pelaksanaannya tetap memerlukan koordinasi lanjutan dengan perusahaan maupun instansi terkait.“Saya sepakat perlu ada pengaturan jam melintas kendaraan besar. Tapi tentu harus dibahas bersama supaya pelaksanaannya efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru,” pungkasnya.(abi/sul)

 

 

Editor/Sam*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *