Bangkalan, REALITA – Sebanyak 836 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dipastikan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada awal Mei 2026. Rencananya, keberangkatan akan dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Mei mendatang yang terbagi menjadi dua kloter.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bangkalan, Arief Rohman, memastikan bahwa situasi keamanan maupun konflik yang terjadi di Timur Tengah sama sekali tidak berpengaruh terhadap jadwal keberangkatan para jemaah.
“Tetap sesuai jadwal awal. Dua kloter, lebih sedikit. Itu nanti termasuk cadangan juga berangkat,” ujar Arief Rohman, Rabu (8/4/2026).
Lebih lanjut ia menyampaikan, antusiasme masyarakat sangat tinggi hingga tidak ada satu pun calon jemaah yang mengundurkan diri. “Alhamdulillah tidak ada juga jemaah haji yang mengundurkan diri,” tambahnya.
Kondisi Kesehatan
Dari total 836 orang tersebut, data kesehatan menunjukkan bahwa mayoritas masuk dalam kategori istitha’ah atau risiko tinggi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, memaparkan rinciannya.
“Sebanyak 269 istitha’ah dan 567 CJH istitha’ah dengan pendamping,” ungkapnya.
Angka tersebut menunjukkan sekitar 64 persen dari total jemaah memerlukan pendampingan khusus. Kelompok ini terdiri dari lansia di atas 60 tahun, penderita penyakit jantung, diabetes, penyakit paru kronis, disabilitas, hingga mereka yang memiliki komorbid atau kondisi medis lain yang tidak stabil.
“Termasuk yang mengalami komorbid dan kondisi kesehatan lainnya. Selain itu, CJH yang masuk dalam kategori risti tersebut selain membutuhkan pendampingan, juga memerlukan obat-obatan untuk menunjang kondisi tubuhnya selama beribadah,” jelas Nunuk.
Meski didominasi oleh kategori risiko tinggi, pihak penyelenggara memastikan seluruh calon jemaah dinyatakan layak dan mampu secara fisik untuk menjalankan rangkaian ibadah haji tahun ini.
eMHa















