Example floating
Example floating
Berita Bangkalan

ISKOP PP. MUBA Bangkalan Rayakan Milad ke-25 dengan Gebyar Lomba dan Pelantikan Pengurus

2628
×

ISKOP PP. MUBA Bangkalan Rayakan Milad ke-25 dengan Gebyar Lomba dan Pelantikan Pengurus

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Dalam menghadapi dinamika zaman yang semakin kompleks dan penuh tantangan, Forum Ikatan Santri Kokop (ISKOP) yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (PP. MUBA) telah berhasil menyelenggarakan serangkaian kegiatan spesial. Rangkaian acara yang bertemakan perayaan Milad ISKOP ke-25 dan “Gebyar Lomba” digelar secara meriah pada hari Sabtu dan Ahad, tanggal 28 hingga 29 Maret 2026, dengan lokasi pusat di Dusun Lajeren, Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan.

Acara yang berjalan dengan khidmat dan penuh semangat tidak hanya dijadikan ajang untuk menguji kemampuan dalam kompetisi baca kitab kuning, melainkan juga sebagai momen bersejarah untuk pelantikan Pengurus ISKOP MUBA periode masa bakti 2026-2027. Sorotan khusus pada puncak acara adalah penyampaian ceramah agama yang penuh makna oleh RKH. Isma’il Al-Kholil, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirun.

Moh Ali Mosa Firdaus, Ketua ISKOP, dalam sambutannya yang penuh makna menyoroti urgensi sentuhan rohani di tengah berbagai problematika yang dihadapi masyarakat modern. Menurutnya, pergeseran zaman seringkali membuat masyarakat hanya fokus bertahan hidup secara material tanpa bimbingan spiritual yang kuat.

“Solusi dari segala permasalahan hidup adalah kesadaran akan Sang Khaliq. Kegiatan ini hadir sebagai langkah utama membangun kesadaran, keyakinan, dan keharmonisan, baik dalam rumah tangga maupun bermasyarakat,” ujar Ali Mosa.

Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengakariskan nilai Ukhuwah Islamiyah di kalangan santri serta masyarakat sekitar, sekaligus sebagai benteng perlindungan dari pengaruh gaya hidup glamor dan aliran yang belum jelas keabsahannya.

“Kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri santri dan menciptakan kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai pembentuk kedisiplinan,” tambahnya.

Kesuksesan penyelenggaraan acara ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari kalangan alumni, salah satunya adalah Ma’ruf. Beliau menilai bahwa ISKOP telah mengalami transformasi yang signifikan menjadi wadah yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai pesantren ke dalam dinamika sosial masyarakat.

“Secara epistemologis, ISKOP bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan manifestasi ittihad (persatuan). Forum ini telah menjadi jembatan antara tradisi kitab kuning dengan dinamika kontemporer,” ungkap Ma’ruf.

Beliau juga mengutarakan harapannya agar ISKOP terus konsisten memegang teguh prinsip al-muhafadzatu ‘alal qadimis shalih wal akhdu bil jadidil ashlah—menjaga tradisi lama yang baik dan mengambil inovasi baru yang lebih baik.

“Semoga ISKOP terus menjadi oase intelektual yang mencetak santri mutafaqqih fiddin sekaligus solutif terhadap masalah umat,” pungkasnya.

eMHa

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *