Example floating
Example floating
BERITA DAERAH

Tokoh Masyarakat Carat Duga Pengerjaan Paving Tak Sesuai Spek, Bisa Pengaruhi Kwalitas Pekerjaan.

2575
×

Tokoh Masyarakat Carat Duga Pengerjaan Paving Tak Sesuai Spek, Bisa Pengaruhi Kwalitas Pekerjaan.

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA -Pengerjaan proyek rekonstruksi jalan (pavingisasi) di Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan di sorot oleh tokoh masyarakat setempat lantaran ketebalan bantalan pasir penahan paving tidak sesuai spesifikasi yang di syaratkan di dokumen kontrak.

Sorotan tersebut di sampaikan oleh Gatot Edi Wibowo. Menurutnya, saat melakukan pengecekan hasil pemasangan paving ukuran 8 cm, ia menemukan ketebalan hamparan pasir hanya sekitar 4-5 sentimeter.

“Ini berapa senti. Cuma 4-5 senti. Jika mengacu pada dokumen kontrak Harusnya minimal 8 senti,” ujar beber pria yang juga seorang pengusaha.

Ia menilai bantalan pasir 4-5 cm tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas konstruksi jalan yakni paving mudah pecah karena yang melintas di jalan sini rata rata kendaraan bertonase besar.

Gatot menambahkan, kalau ketebalan tak sesuai,terus sisa pasirnya di gunakan untuk apa,apakah sudah ada perhitungan tehnis dari PPKom

“Terus sisa pasir dilarikan ke mana. Sudah berapa kubik itu sisanya. Kalikan saja berapa meter proyek ini,” katanya.

Gatot berharap proyek rekonstruksi jalan tersebut benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi sehingga dapat bertahan lama dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kalau seperti ini kami ragu apa ada jaminan usia paving bertahan lama. BKan kasihan warga juga,” ujarnya.

Terpisah, pihak pelaksana justru menantang baik pihak yang melontarkan tuduhan untuk menunjukkan bukti apabila benar ditemukan ketebalan hanya 4 sentimeter.

Mandor CV Almana, Saiful, saat ditemui pada Kamis siang (9/7), membantah adanya hamparan pasir dengan ketebalan 4-5 sentimeter sebagaimana yang dipersoalkan.

Ia memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis. Menurutnya, perbedaan ketebalan di beberapa titik hanya terjadi pada bagian tepi jalan dan tetap tidak berada pada angka sebagaimana yang ditudingkan.

“Enggak ada (ketebalan pasir) yang 4-5 cm. Semuanya sudah sesuai spek. Sebagian ruas malah sampai 18 cm. Kalau di sisi pinggir mungkin tidak sampai 10 cm, tapi tidak ada yang 4-5 cm. Coba tunjukkan fotonya kalau benar 4-5 cm,” tegas Saiful.

Keterangan yang sama di sampaikan oleh staff CV Almana, Hamdan, ia memberikan penjelasan terkait adanya kemungkinan ketebalan pasir yang berbeda di beberapa titik, Menurutnya, kondisi tersebut dilakukan untuk leveling atau penyesuaian elevasi permukaan jalan.

“Ya enggak apa-apa. Kan sesuai leveling. Memang kalau sesuai spesifikasi, ketebalan pasir minimal 8-10 cm, tapi kan tidak harus semuanya rata 8-10 cm. Jadi kalau ada yang cuma 4 cm ya wajar,” paparnya.

Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan rekonstruksi jalan tersebut dibiayai Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp389.691.476, termasuk PPN, yang bersumber dari Anggaran Tahun 2026.

Hingga berita ini di turunkan,Dinas Sumberdaya Air,Bina marga dan Bina Kontruksi Sarina Roestif belum bisa di konfirmasi,saat di hubungi selulernya tidak aktif.(Abi/sul)

 

 

Editor/Sam*

Example 300250
Editor: Sam*
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *