Pasuruan, REALITA -Masyarakat petani di Kabupaten Pasuruan memang harus bersabar untuk bisa menikmati bantuan program Jalan Usaha Tani ( JUT ) dari Pemkab Pasuruan memalui Di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peterikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan pasalnya hingga memasuki Bulan awal Juli taka da tanda tanda pasti kapan segera di realisasikan.
Ada kemungkinan molornya pelaksanaan program tersebut di duga pihak dinas terkait masih harus berkordinasi dengan para wakil rakyat karena belasan program JUT tersebut di kabarkan merupakan usulan dari DPRD saat Reses maupun musrengbang agar susulan bisa sesuai kebutuhan masyarakat petani
Kabid Tanaman Pangan Dan Holtikultura Irwan yang di konfirmasi melalui selulernya pada Selasa ( 07/07/26) ia menuturkan bahwa untuk program Pembangunan JUT tahun 2026 ini masih dalam proses DED oleh konsultan perencanaan “tak ada kendala sudah berproses di LPSE ,tinggal penyelesaian Detail engineering design dan RAB dari konsultan saja “jelasnya.
Saat di konfirmasi soal adanya pengurangani program JUT yang di biaya dari dana Cukai, Irwan menambahkan bahwa untuk usulan program JUT yang di biayai dari dana Cukai sebanyak 12 titik /lokasi di pastikan tidak ada perubahan
“sampai sekarang kami gak terima info, untuk perencanaan JUT dari cukai masih proses Lelang “imbuhnya
Pihaknya menargetkan program untuk mendukung ,mempermudah mobilitas alat/mesin pertanian dan mempercepat distribusi hasil panen dari lahan ke sentra pemukiman atau pasar di tergetkan akhir Juli sudah di mulai semua, data yang di miliki awak media menyebutkan bahwa program JUT tahun 2026 sebanyak 32 titik/lokasi dengan rincian 20 titik bersumber dana DAU dan 12 titik/lokasi bersumber dari dana cukai.
Irwan menambahkan, program tersebut lokasinya tersebar di beberapa kecamatan misalkan di Kecamatan Gempol Desa Ngerong, Kecamatan Beji ada di Desa Ngembe dan Desa Wonokoyo,untuk Kecamatan Pandaan Desa Tawangrejo dan Desa Sebani.(abi/sul)
Editor/Sam*















