Pasuruan, REALITA –Pelaksanaan prosesi pengukuhan Ketua Yayasan serta Penjabat (Pj) Rektor dan Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) di Inna Tretes Hotel & Resort, Senin (20/04/2026) berjalan dengan lancar,kegiatan yang awalnya dijadwalkan berlangsung di Kampus UNUBA II tersebut terpaksa dipindahkan karena gerbang di gembok

Ketua Yayasan Panca Wahaya Bangil ( SANPANA ) Gus Najib Syafi’I yang di konfirmasi sejumlah awak media ,ia menjelaskan bahwa rencana pengukuhan di jadualkan di kampus II , akan tetapi di lakukan perubahan akibat kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan.
“awal kegiatan memang direncanakan di Kampus 2. Namun situasi tak mendukung karena akses kampus tertutup,mahasiswa tidak boleh masuk, semua tidak boleh masuk, Alhamdulillah kemudian dilaksanakan di hotel Inna ini,” katanya.
Gus Najib menegaskan bahwa pihak yayasan memastikan tahapan penataan ulang struktur kepengurusan organisasi tetap berjalan sesuai aturan dan tetap membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak dengan tangan terbuka
“Semua kita undang, kita legowo apa maunya PC-NU, karena kita berjalan sesuai rel dan aturan,” ucapnya.
Dalam konteks kelembagaan, ia menekankan bahwa pembina merupakan bagian tertinggi dalam struktur yayasan yang menaungi UNUBA.
Di singgung soal isu liar terkait penguasaan asset , dengan tegas dirinya membantah tudingan tersebut tidak mendasar, untuk di ketahui bahwa lahan yang digunakan untuk kegiatan bangunan merupakan aset wakaf.“Aset tanah adalah wakaf, salah besar jika saya disebut mau menguasai aset besar,” katanya.
Dirinya menambahkan, meski saat ini ada perbedaan pandangan dan dinamika di internal yayasan,dirinya memastikan bahwa proses pembelajaran mahasiswa tetap menjadi prioritas utama.
“kalau tidak boleh ya beli tanah lagi. Jika tidak boleh menempati di situ kita siap bangun lagi, yang penting kampus ini benar dan diakui legalitasnya,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut mengundang dosen, staf dan karyawan, serta mahasiswa di lingkungan Yayasan Panca Wahana Bangil.
Gus Najib kembali menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog guna mencari solusi bersama agar dinamika yang ada segera selesai dan proses belajar anak mahasiswa tenang “Mau dialog di mana, mau islah di mana, siap kita,” pungkasnya. (abi/sul)
Editor/Sam*















