Example floating
Example floating
BERITA DAERAH

Puluhan Mahasiswa Unuba Demo Di Depan Kampus Gelar Istighosah Dan Orasi,Ini Sejumlah Tuntutan Mereka

1012
×

Puluhan Mahasiswa Unuba Demo Di Depan Kampus Gelar Istighosah Dan Orasi,Ini Sejumlah Tuntutan Mereka

Sebarkan artikel ini

Pasuruan , REALITA -Untuk menyampaikan keresahan terkait terbitkan dua Kepengurusan Yayasan,puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas NU Bangil (UNUBA) mendatangi kantor PCNU Bangil yang berada satu lokasi dengan kampus UNUBA, Kamis (9/4/2026) sore.

Aksi mereka diawali dengan kegiatan istighosah bersama dan tabur bunga di depan kantor PCNU Bangil. Dilanjutkan dengan orasi yang berisi kritikan tajam dan pertanyaan soal polemik terhadap yayasan dan pengurus NU.

Mahasiswa memprotes munculnya dua SK dualisme pengurus Yayasan Panca Wahana yang menjadi menaungi kampus UNUBA tersebut. Mahasiswa resah dan khawatir jika ijazah yang dikeluarkan kampus nanti tidak dilegalkan karena rektor yang baru abal-abal.

Disebut abal-abal, karena rektor yang diangkat ini dipilih oleh Yayasan Panca Wahana yang lama dan masa khidmatnya berakhir pertengahan tahun 2025. Mahasiswa menuding, pengangkatan rektor oleh yayasan yang masa berakhirnya habis itu cacat hukum.

Anggota BEM UNUBA Mustofa mengatakan, banyak beberapa hal yang menjadi tuntutan mahasiswa kali ini. Demo ini diputuskan dilakukan setelah pihak universitas tidak menemui mahasiswa atau membalas surat yang dikirimkan.

“Makanya, kami dan teman-teman turun aksi demo di depan kampus. Kami ingin apa yang menjadi pertanyaan teman-teman mendapatkan jawaban, karena melalui forum dan surat tidak pernah ditemui. Jalan buntu,” katanya.

Yang paling mengganjal, kata Mustofa, adalah terkait adanya dua yayasan yang sama – sama mengklaim bertanggung jawab atas kampus ini. Dia menuntut adanya kejelasan, karena jika dibiarkan imbasnya berdampak pada masa depan mahasiswa.

“Bayangkan saja, kampus ini baru saja berubah menjadi Universitas. Dan ada konflik di internal yayasan. Terus nasib mahasiswa bagaimana ke depan. Kalau konflik ini berkelanjutan, kasihan teman-teman yang mau lulus, ijazahnya bagaimana,” terangnya.

Jangan sampai, kata dia, nasib masa depan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang menjadi korbannya. Dia mengaku resah, bagaimana nasib legalitas ijazah yang dikeluarkan universitas ini, karena ada konflik di internal yayasan.

“Kami minta konflik dualisme yayasan ini segera diselesaikan. Kami tidak ingin legalitas ijazah kami dipertanyakan, karena itu menjadi syarat administrasi yang menjadi bekal untuk menitih karir mahasiswa ke depan,” urai dia.

Mahasiswa juga mendesak rektor yang baru menunjukkan legalitas dan bukti yang sah atas amanah yang diembannya. Jika tidak bisa, yayasan yang sah juga segera mengambil langkah strategis lanjutan untuk menyelesaikannya.

“Sehingga, kami tidak menjadi korban dari pertarungan kekuasaan. Kami hanya butuh kepastian saja. Hari ini, keresahan dan pertanyaan kami terkait legalitas rektor yang baru belum mendapat jawaban,” tutupnya.(Ab/sul)

 

Editor/Sam*

Example 300250
Editor: Sam*
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *