Example floating
Example floating
Berita Bangkalan

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jawa Timur hingga 28 Februari: Pohon Tumbang di Bangkalan Jadi Peringatan Dini

3188
×

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jawa Timur hingga 28 Februari: Pohon Tumbang di Bangkalan Jadi Peringatan Dini

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Sebuah pohon berukuran sedang tumbang di jalur jogging sisi Selatan Komplek Stadion Gelora Bangkalan (SGB) pada Minggu (21/2/2026) sekitar pukul 15.16 WIB. Tak jauh dari lokasi tersebut, satu pohon berukuran kecil juga tumbang di kawasan Perumahan Nilam. Insiden ini menjadi bukti nyata bahwa cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bangkalan dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya mereda.

Berdasarkan rilis Kewaspadaan Cuaca Ekstrem dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Juanda yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat-sedang, banjir, tanah longsor, dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga satu pekan ke depan.

“Kabupaten Bangkalan bersama sejumlah daerah di Jawa Timur mewaspadai potensi cuaca ekstrem terhitung 21 hingga 28 Februari. Hujan lebat yang diawali dengan angin kencang sore ini telah menumbangkan satu pohon di kawasan SGB,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Moh Zainul Qomar.

Qomar menjelaskan bahwa seluruh wilayah Jawa Timur saat ini sedang memasuki masa hujan. Beberapa wilayah bahkan diprediksi masih mengalami puncak musim hujan dalam delapan hari ke depan dan berpotensi mengalami peningkatan cuaca ekstrem. Kondisi ini merupakan dampak dari aktifnya Monsun Asia yang diperkirakan memicu gangguan gelombang atmosfer Low Frequency, Madden Jullian Oscillation, dan Gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur.

“Akibatnya, atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas lebat-sedang, disertai angin kencang dan sambaran petir,” jelas Qomar.

Peningkatan cuaca ekstrem ini dipastikan akan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, Qomar mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak selama 8 hari ke depan.

Sebagai langkah antisipasi untuk menghindari dampak yang lebih serius, BMKG Juanda mengeluarkan empat poin rekomendasi yang menjadi perhatian bagi masyarakat dan pemerintah daerah:

1. Masyarakat diimbau menghindari daerah rawan bencana longsor dan banjir, mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode peringatan dini—terutama pada siang atau malam hari—serta mempersiapkan perlengkapan darurat.

2. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau memperhatikan sistem drainase serta kondisi saluran dan resapan air agar mampu menampung curah hujan dengan intensitas tinggi.

3. Memanfaatkan musim hujan sebagai waktu yang tepat untuk menanam pohon sebagai investasi lingkungan masa depan, guna membantu mengurangi risiko banjir, menguatkan tanah, dan menambah resapan air.

4. Masyarakat dan seluruh pihak terkait diminta terus memantau perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG melalui Aplikasi Mobile Phone INFO BMKG, SMS Blasting BMKG-KOMDIGI, media sosial, berbagai kanal informasi INFO BMKG, serta Call Centre 196.

Hingga petang hari kejadian, hujan dengan intensitas tinggi di Bangkalan sudah berangsur turun menjadi gerimis. Namun, Peringatan Dini Hujan periode tiga harian dari BMKG Juanda menyebutkan bahwa hujan disertai sambaran petir masih berpotensi terjadi pada esok hari, Senin (23/2/2026).

“Selain pohon tumbang di kawasan SGB sore ini, terdapat pula pohon tumbang meski berukuran kecil di Perumahan Nilam. Personel kami sedang melakukan evakuasi untuk membuka kembali akses jogging track di kawasan SGB,” pungkas Qomar.

eMHa

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *