Bangkalan, REALITA – Sebuah insiden penyerangan mengejutkan terjadi di Jalan Raya Desa Labang, Kecamatan Labang, Bangkalan, pada Senin (23/2/2026) dini hari. Peristiwa yang terekam kamera pengawas (CCTV) ini terjadi tepat sekitar pukul 01.37 WIB, menjelang waktu sahur.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Agung Intama, memaparkan kronologi kejadian berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian. Korban berinisial FA (21), warga Kecamatan Kamal, diketahui sedang dalam perjalanan pulang dari Surabaya menggunakan sepeda motor. Setelah melintasi Jembatan Suramadu, korban melanjutkan perjalanan di Jalan Raya Desa Labang menuju arah Kecamatan Kamal.
Di tengah perjalanan, korban memutuskan untuk menepi dan berhenti guna buang air kecil. Namun, momen itu berubah menjadi situasi mencekam.
“Tiba-tiba, datang segerombolan pemuda dan menyerang korban di lokasi tersebut,” ujar Agung di Bangkalan, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan keterangan korban kepada polisi, para pelaku tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa balok kayu, senjata tajam, dan benda tumpul saat melakukan penyerangan. Meski diserang secara mendadak, korban berusaha mempertahankan diri.
“Saat penyerangan terjadi, korban berusaha melawan dan lari meminta tolong ke rumah warga yang ada di sekitar lokasi,” cetusnya.
Melihat korban mendapatkan bantuan dari warga sekitar, para pelaku pun panik dan melarikan diri menuju arah Jembatan Morkepek. Warga setempat kemudian memberikan pertolongan pertama kepada korban hingga petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian.
“Korban lalu dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan,” tutur Agung.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh, yakni di leher, belakang telinga, dan pelipis kanan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan upaya hukum untuk mengungkap identitas para pelaku. Langkah yang diambil meliputi penjagaan di lokasi kejadian, pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi, serta penelusuran rekaman CCTV milik warga.
“Kasus ini masih kami dalami,” jelas Agung.
eMHa















