Pasuruan, REALITA –Puluhan warga dan tokoh masyarakat Desa Kedungringin, Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan ramai ramai mendatangani kantor Dinas Sumberdaya Air, Bina Marga Dan Bina Kontruksi ( SDA-BN -BK )pada Rabu ( 08/04/24) aksi ini di lakukan sebagai bentuk protes persoalan banjir yang sudah bertahun tahun belum terselesaikan dengan baik.
Dalam pertemuan dengan KadisSDA ,BM- BK , mereka mempersalahkan lambannya penanggan normalisasi sungai Wrati baik dari BBWS,Pemkab Pasuruan ( Dinas SDA,BN,BK ) meski sering kali disampaikan melalui usulan maupun forum penanggulangan banjir di Desa Kedungringin

Ketuan Das Wrati Hendri menyampaikan, ada tiga permasalahan yang selama ini menjadi penyebab banjir di desa tersebut mulai dari tanggul yang rendah, jembatan penghambat arus air, dan pemenang sungai.
“yang kami harapkan ada pola penanganan yang komprehensip dalam penanganan banjir oleh lintas sectoral, selama ini tanggul yang rendah menyebabkan air meluber, jembatan yang rendah dan kurang lebarnya sungai Wrati,” kata Hendri usai melaksanakan audensi.
Hal senada juga disampaikan oleh Wagiono perangkat desa, dirinya sudah menyampaikan pihak terkait sejak dirinya menjabat permasalahan banjir dilingkungannya yang setiap tahun terendam hingga berminggu-minggu.
“Sudah saya sampaikan sejak dulu banjir di lingkungan yang rendah butuh penanganan secepatnya tapi tidak pernah terealisasi karena kewenangan dalam pengelolaan sungai,” terang Wagiono.
Sarinah Rostief, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi menyampaikan, permasalahan yang disampaikan oleh warga ini akan kita prioritaskan pada tahun ini dalam penanggulangan bencana, namun tetap kita sampaikan kepada kepala daerah untuk keputusan.
“Permasalahan ini akan kita bahas Kembali dan segera bersurat ke BBWS, serta minta arahan dari Bapak bupati,” ucap Sarinah.(abi/sul)
Editor/Sam*















