Pasuruan, REALITA – Pemkab Pasuruan mendukung penuh pemutakhiran data DTSEN yang dilakukan oleh Kementrian sosial pada Sabtu (07/02/26) Tujuan pemutakhiran DTSEN adalah untukmemperbarui data sosial ekonomi masyarakat, sehingga lebih akurat dan relevan untuk di Perencanaan pembangunan,penyaluran bantuan sosial dan mengambilan kebijakan
Wakil Bupati Pasuruan Sobih Asrori yang hadir di acara sosialisasi dengan seluruh Camat,Kepala Desa Se- Kabupaten Pasuruan dalam sambutan kunjungan kerja Mensos RI ,ia mengatakan tantangan terbesar yang di hadapi Pemkab Pasuruan dalam penyaluran Bansos terletak pada akurasi data.
Dengan hadirnya DTSEN ( kata tunggal sosial ekonomi nasional) yang saat ini disosialisasikan bukan sekedar angka semata,tapi merupakan instrumen kunci untuk mewujudkan keadilan sosial memastikan bahwa intervensi pemerintah benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan, menghindari tumpang tindih program antar intensi karena belum memiliki satu referensi data yang sama serta perencanaan yang terukur.
“Pemkab Pasuruan berkomitmen penuh untuk mensukseskan pelaksanaan DTSEN ini mulai jajaran Dinas,Desa untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala” tutur pria yang akrab di panggil Gus Sobih ini.
Berdasarkan data jumlah penduduk kawat aturan sejumlah 1,6 juta jiwa dari data rekapitulasi DTSEN, data kesejahteraan sosial ( desil 1-5 ) sebanyak 819.155 individu dan data ( desil 6-10 ) sejumlah 780.845 individu. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas penduduk di kota suara masih berada dalam kategori rentan dan perlu jaring bangun sosial yang ketat.
Pemka Pasuruan minta kepada para kepala desa melalui abad ke desa dan pendamping sosial untuk mengikuti sosialisasi ini dengan seksama, para pendamping dalam mengawal data menjadi kunci utama suksesnya penanganan kemiskinan di Kabupaten Pasuruan.
Editor/Sam*















