Pasuruan, REALITA -Geliat para pedagang sayur di pasar Gempol dalam dua tahun terakhir cukup signifikan, keberadaan para penggerak ekonomi di sektor pertanian sayur mayur yang awalnya di anggap liar oleh Pemkab Pasuruan ternyata mampu memberikan kontribusi pundi pundi pendapat daerah untuk menopang program pembangunan daerah.
Dari data yang di peroleh awak media menyebutkan pada tahun 2025 , tiap hari ratusan pedagang sayur mampu memberikan setoran retribusi ke kasda Rp.680ribu/hari, ,jika di komulatif angkanya mencapai Rp. 248.200.000,jt,tak hanya itu saja, para pedagang sayur secara swadaya membangun kanopi dari material galvalum untuk sarana berjualan yang lebih representative agar bisa lebih nyaman.

Kabar terbaru yang di terima awak media,menyebutkan bahwa bahwa para pedagang juga berencana akan menyisihkan penghasilan mereka melalui paguyuban untuk memperbaikan gerobak sampah milik pasar daerah yang notabenenya adalah “ vasset daerah “ rusak agar bisa di fungsikan untuk mengangkut sampah di pembuangan akhir yang ada di sisi selatan
Persoalan apakah Diskoperindag Kabupaten tidak menyiapkan anggaran untuk perawatan dari dana APBD untuk perawatan sehingga harus membebani padagang ?
Kepala Diskoperindag Taufiqul Ghoni yang di konfirmasi melalui selulernya pada Kamis malam ( 26/02/26) tak mengetahui langsung adanya sumbangan tersebut dari kordinator pasar Gempol “ saya belum dapat informasi soal itu, terima kasih , akan kami cek secepatnya “jelas Mantan Kadispora ini.
Saat di tanya apakah Diskoperindag yang menganggarkan dana perawatan asset asset pasar daerah untuk menunjang oprasional,Goni juga belum bisa menjawab dengan detail “ coba itu ( anggaran perawatan : red ) kami cek dulu di staf “tuturnya.( abi/sul)
Editor/Sam*













