Example floating
Example floating
BERITA DAERAH

Meski Tak Capai 100 Persen,Komisi III DPRD Apresiasi Capaian PAD Disbudpar

819
×

Meski Tak Capai 100 Persen,Komisi III DPRD Apresiasi Capaian PAD Disbudpar

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA – Ketua Komisi III DPRD Yusuf Daniel mengapresiasi capaian penerimaan PAD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tahun 2025 di angka Rp 851.297.000 atau setara 94,6 persen, ini menunjukkan kinerja mereka dalam mendongkrak penerimaan daerah sudah cukup mentereng di saat ekonomi masih belum baik baik saja Senin (16/02/2026)

“ini ( capaian : red ) sudah bagus karena diatas 85 persen sudah bagus, faktanya dari hasil rapat dengan komisi III realisasinya tembus 94,6 persen, kami acungi jempol “jelas politisi PKB ini

Dirinya mendorong pada tahun 2026 ini, alokasi anggaran yang di glontorkan cukup banyak, maka Pemkab harus lebih serius dalam mengelola potensi wisata daerah yakni Pemandian Alam Banyubiru,Ranu Grati,dan Pos Pantau Baledono (Tosari).

“pengelolaan 3 sektor distinasi wisata harus di optimalkan lagi agar peneriman PAD pada tahun 2026 bisa meningkat, harapnya dengan peningkatnya PAD daerah di semua sektor bisa di mendukung program prioritas daerah yang belum terkaver karena dampak penurunan dana transfer pusat ke daerah “tambahnya

Menariknya, dari ketiga titik tersebut, Banyubiru tetap menjadi “mesin uang” utama yang performanya justru melampaui ekspektasi

Kepala Disbudpar Kabupaten Pasuruan Agus Hari Wibawa, melalui Kabid Destinasi dan Industri Wisata Nusantoro, mengungkapkan bahwa ketidaktercapaian target 100 persen tersebut disebabkan oleh performa dua titik wisata lainnya yang belum berlari kencang.

“Kalau melihat data, sebenarnya Banyubiru sudah over target. Capaiannya luar biasa,” kata Nusantoro. Namun, yang belum maksimal memang di Ranu Grati dan Pos Baledono. “Hal ini akhirnya membuat seolah-olah target total belum tercapai 100 persen,” imbuhnya.

Nusantoro menjelaskan, Banyubiru masih menjadi magnet utama karena daya tarik wisata air alaminya yang sulit digantikan. Sementara itu, Ranu Grati dan Pos Baledono masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari optimalisasi fasilitas hingga tingkat kunjungan yang fluktuatif.

“Di Ranu Grati dan Baledono, kami terus berupaya melakukan pembenahan. Baik dari sisi daya tarik maupun manajemen penarikan retribusi agar semakin tertib,” imbuhnya.( abi/sul)

 

Editor/Sam*

Example 300250
Editor: Sam*
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *