Pasuruan, REALITA – jiwa Negarawan di tunjukkan oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat menghadiri acara Halal bil Halal Muhammadiyah pada Sabtu (11/04/24).
Dalam sambutannya,pria yang akrab di panggil mas Rusdi ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta memperkuat kemandirian ekonomi, khususnya di lingkungan Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Rusdi, sapaan akrabnya mengawali sambutannya dengan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Ia menegaskan, sebagai kepala daerah, dirinya selalu berupaya menjaga hubungan baik dengan masyarakat, termasuk melalui doa.
“Saya secara pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Dalam doa, saya juga selalu memohon maaf kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan, umat Islam di Indonesia memiliki karakter yang kuat karena keberagaman organisasi yang ada.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi kekuatan untuk saling mendukung, bukan justru menjadi sumber perpecahan.
“Muslim di Indonesia ini unik dan plural. Banyak organisasi, tapi justru itu yang membuat kita bisa saling gotong royong membangun. Yang penting, jangan sampai kita mudah diadu domba,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi peran Muhammadiyah yang dinilai mampu bertahan dan berkembang berkat keikhlasan para anggotanya.
Ia menyebut, semangat pengabdian tanpa pamrih menjadi kekuatan utama organisasi tersebut.
“Di Muhammadiyah, saya yakin tidak ada yang menghitung jabatan dari sisi materi. Ini yang membuat organisasi tetap kuat dan harus dibanggakan,” katanya.
Selain soal persatuan, Rusdi turut menyoroti pentingnya penguatan ekonomi, terutama bagi generasi muda.
Ia mengingatkan agar tidak semua berlomba menjadi pengurus organisasi, melainkan juga fokus pada pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi.
“Yang muda-muda, yang punya kemampuan, kembangkan diri dan usaha. Kalau kita kuat secara ekonomi, kita bisa membantu organisasi dan masyarakat,” jelasnya.
Politisi muda Partai Gerindra ini menilai, kemandirian ekonomi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global sekaligus menopang pergerakan organisasi ke depan.
Di sisi lain, Mas Rusdi juga mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Pemkab Pasuruan, kata dia, harus beradaptasi dengan pengurangan dana transfer yang cukup besar.
“Anggaran kami dipotong sekitar Rp600 miliar. Belum lagi untuk belanja pegawai, termasuk PPPK,” ungkapnya.
Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan dukungan hibah, termasuk kepada organisasi masyarakat.
Meski demikian, kata dia, pemerintah daerah tetap berupaya mencari solusi melalui peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami terus berupaya meningkatkan PAD agar tetap bisa mendukung pembangunan dan membantu organisasi yang berkontribusi bagi masyarakat,” tambahnya.
Mas Rusdi juga mendorong lembaga pendidikan Muhammadiyah untuk memanfaatkan berbagai peluang bantuan dari pemerintah pusat.
Ia memastikan pemerintah daerah siap memberikan dukungan administratif, termasuk rekomendasi yang dibutuhkan.
“saat ini banyak peluang bantuan dari kementerian. Silakan dimanfaatkan oleh teman teman Muhamadiyah ,Kalau butuh rekomendasi, kami dengan terbuka siap membantu,” ujarnya
“Kita harus bersatu dan tidak mudah dipecah belah. Dengan persatuan dan kekuatan ekonomi, kita bisa membangun Kabupaten Pasuruan yang lebih maju,” pungkasnya.(Abi/sul)
Editor/Sam*















