Example floating
Example floating
Berita Bangkalan

Konser Valen di Bangkalan Bikin UMKM Merugi: Janji Ribuan Penonton Palsu, Jalur VVIP Jadi Masalah

5197
×

Konser Valen di Bangkalan Bikin UMKM Merugi: Janji Ribuan Penonton Palsu, Jalur VVIP Jadi Masalah

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Gelaran konser Valen yang digelar di Bangkalan pada Sabtu, 14 Februari 2026, justru meninggalkan kekecewaan mendalam bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menyewa stan. Alih-alih meraup untung seperti janji panitia, banyak pedagang yang justru harus menelan kerugian besar karena sepinya pembeli.

Salah satu penyewa stan, perwakilan Barsid Durian yang berinisial F, menceritakan bahwa pihaknya sudah merogoh kocek Rp500 ribu per stan. Biaya tersebut dibayarkan dengan harapan tinggi lantaran panitia menjamin penjualan akan maksimal, dengan prediksi kehadiran ribuan penonton. Namun, realita di lapangan sangat jauh dari ekspektasi.

Menurut informasi yang dihimpun, jumlah penonton reguler yang hadir hanya berkisar di angka 400 orang. Sementara itu, penonton tiket VVIP jauh lebih banyak, mencapai sekitar 1.500 orang. Masalah utamanya terletak pada pemisahan jalur masuk. Penonton VVIP memiliki akses tersendiri yang tidak melewati area dagangan UMKM. Padahal, sebelumnya panitia telah berjanji akan ada akses khusus bagi penonton VVIP ke area stan, namun hal tersebut tidak terealisasi dengan baik.

“Bocoran dari teman-teman di grup, penonton reguler itu hanya 400-an orang. Jadi yang lewat ke stan UMKM itu hanya penonton reguler. Awalnya kami khawatir karena jalurnya beda, tapi panitia bilang nanti ada akses VVIP ke UMKM. Faktanya tidak ada dan tidak maksimal,” ungkap F pada Minggu (15/2/2026).

Kondisi semakin diperparah dengan penataan stan yang dinilai kurang berpihak pada pedagang. Susunan stan yang saling berhadapan membentuk empat arah membuat jalur di posisi kedua, ketiga, dan keempat jarang dilalui pengunjung. Apalagi saat acara berlangsung turun hujan, membuat penonton yang masuk dari pintu reguler hanya berlalu lalang di jalur paling depan dan segera menerobos masuk tanpa berhenti.

Akibatnya, Barsid Durian misalnya, hanya berhasil menjual satu bungkus dagangannya selama konser berlangsung. Kerugian ini makin terasa karena di luar area konser justru banyak pedagang yang berjualan secara gratis tanpa membayar sewa, sehingga memecah pembeli. “Kami sewa stan di dalam area konser, tapi di luar justru banyak yang jualan gratis tanpa sewa. Akhirnya kami yang di dalam malah rugi jutaan,” keluhnya.

Para pelaku UMKM kini menuntut tanggung jawab penuh dari pihak penyelenggara, khususnya Diyu Daksa Entertainment selaku Event Organizer (EO). Mereka berharap ada solusi nyata atas kerugian yang dialami karena merasa janji-janji promosi dari panitia tidak terpenuhi.

Menanggapi hal ini, salah satu perwakilan panitia, Dony Pranata, membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima dan menanggapi keluhan dari para penyewa stan. Namun, hingga saat ini belum ada solusi konkret yang ditawarkan. Dony menyebutkan bahwa pihaknya berencana mengadakan pertemuan khusus dalam waktu dekat untuk membahas masalah ini lebih lanjut.

“Terkait itu kami sudah menanggapi keluhan dari mereka sebagai penyewa. Masih mau diadakan pertemuan pak,” ujar Dony melalui pesan singkat.

eMHa

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *