Bangkalan, REALITA – Kedatangan aktivis antikorupsi dan awak media ke lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tegar Priah, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, dihalangi dengan cara yang tidak pantas oleh salah satu oknum Babinsa kecamatan tersebut.
Kedatangan mereka tidak lain adalah untuk memastikan kebenaran aduan masyarakat yang menyatakan pembangunan KDMP di lokasi tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Selain itu, mereka juga berencana untuk melakukan klarifikasi dengan pihak terkait guna mendapatkan informasi yang akurat.
Namun, sesampainya di lokasi, oknum Babinsa tersebut langsung membentak dengan nada ancaman kepada aktivis dan wartawan. Beliau bahkan menyatakan mengetahui identitas warga yang diduga telah mengadukan dan mengancam akan menculiknya.
“Dalam tugasnya, Babinsa seharusnya berperan sebagai penjaga keamanan wilayah dan ujung tombak komunikasi sosial antara program pembangunan dengan masyarakat. Keterlibatan TNI dalam pembangunan KDMP, yang merupakan kerja sama pemerintah dengan PT Agrinas, bertujuan untuk memastikan program berjalan cepat, transparan, dan akuntabel dengan tetap menyerahkan pengelolaan kepada masyarakat. TNI juga turut membantu dalam survei konstruksi, logistik, dan menjaga stabilitas wilayah agar program tepat sasaran,” ujar salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.
Sampai saat ini, kasus tindakan oknum Babinsa tersebut telah menjadi perhatian dan sebaiknya segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan mendalam. Jika terbukti ada pelanggaran, maka sanksi yang sesuai perlu diberikan sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalisme dan integritas dalam pelaksanaan tugas. Selain itu, klarifikasi terkait dugaan pembangunan tidak sesuai RAB juga perlu dilakukan secara terbuka demi kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
eMHa















