Bangkalan, REALITA – Sejumlah tukang bangunan yang mengerjakan proyek pembangunan gedung baru UPTD SDN Tlagah 1, Desa Tlagah, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, mengeluhkan belum dibayarkannya upah kerja mereka secara lunas, meski pekerjaan telah selesai sejak Oktober 2025.
Proyek pembangunan sekolah yang dikerjakan pada tahun 2025 tersebut melibatkan 11 orang tukang dengan sistem upah harian, selama kurang lebih 75 hari kerja, dengan total nilai upah sekitar Rp90 juta. Proyek ini dikerjakan oleh CV Jaya Tama Cipta Nusantara.
Pekerjaan dimulai pada 12 Agustus 2025 dan dinyatakan rampung pada Oktober 2025. Namun hingga akhir Desember, para tukang mengaku belum menerima pembayaran upah secara penuh, meski sebelumnya pihak CV menjanjikan pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai.
Pelaksana CV Jaya Tama Cipta Nusantara di lapangan, berinisial B, membenarkan bahwa hingga saat ini anggaran pembayaran upah belum diterima dari internal perusahaan.
“Sampai sekarang anggaran dari pihak CV belum diberikan ke kami, sehingga pembayaran upah para tukang belum bisa diselesaikan,” ujar B saat dikonfirmasi.
Sementara itu, salah seorang tukang yang terlibat dalam proyek tersebut mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran ini sangat berdampak pada kehidupan para pekerja.
“Pekerjaan sudah selesai sejak Oktober, tapi sampai sekarang upah kami belum juga dilunasi. Upah ini sangat kami butuhkan untuk kebutuhan keluarga,” ungkap seorang tukang yang enggan disebutkan namanya.
Para pekerja juga menilai pihak CV Jaya Tama Cipta Nusantara kurang transparan terkait kejelasan waktu pelunasan upah, meskipun telah beberapa kali dimintai penjelasan. Para pekerja berharap ada itikad baik dan penyelesaian segera agar hak mereka dapat diterima secara penuh.
eMHa















