Pasuruan, REALITA -Satu kata yang harus di pegang kuat oleh Masyarakat di Bulan Suci Ramadhan yakni menjaga kondusifitas dan mengedepankan toleransi, itulah pesan yang di sampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Kabupaten Pasuruan Rudi Hartono dalam menghormati hak asasi manusia selama bulan Ramadan.
Politisi PKB ini menuturkan, aksi anarkis tidak dibenarkan seperti sweeping terhadap rumah makan yang buka di siang hari menjajakan makanannya selama Ramadan.
“Untuk menjaga toleransi antar umat di tengah keberagaman, tidak dibenarkan melakukan aksi sweeping rumah makan saat Ramadan,” kata Rudi, sapaan akrabnya, Selasa (24/92/2026).
Pria yang akrab di panggil Bang Sambo ini menambahkan, Ramadan adalah momentum sacral bagi umat Islam yang beriman dalam meningkatkan kualitas ibadah dan pengendalian diri, bukan justru memicu gesekan sosial.
Untuk di ketahui masyarakat di Kabupaten Pasuruan sangat majemuk, setiap warga memiliki hak untuk menjalankan aktivitasnya sesuai keyakinan masing-masing.
Rudi menjelaskan, non-Muslim maupun warga yang berhalangan menjalankan puasa tetap memiliki hak untuk beraktivitas dan memenuhi kebutuhan makan pada siang hari.Hak-hak tersebut, kata politisi PKB ini, harus dihormati dan dilindungi.
“Pentingnya menjaga toleransi dan penghormatan hak asasi manusia selama bulan Ramadan , Mereka yang tidak berpuasa tetap bagian dari masyarakat yang wajib dilindungi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana Ramadan tetap kondusif, damai, dan penuh penghormatan terhadap sesama.Menurut Rudi, ketertiban umum dan penegakan aturan menjadi kewenangan aparat, bukan dilakukan secara sepihak oleh kelompok tertentu.“esensi dari Bulan Suci Ramadhan adalah bulan suci yang seharusnya memperkuat persaudaraan dan kebersamaan, bukan sebaliknya,” tambahnya.( Abi/Sul)
Editor/Sam*















