Bogor, REALITA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Sastra Winara meminta Pemerintah Kabupaten Bogor meningkatkan layanan fasilitas kesehatan. Salah satunya adalah menambah jumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Sastra mengatakan salah satu daerah yang memerlukan penambahan rumah sakit baru dan layanan fasilitas kesehatan adalah wilayah Bogor Barat. Pasalnya, daerah tersebut memiliki populasi padat dan geografis yang luas.
“Sebagian besar masyarakat yang tinggal di wilayah ini, jika ada warganya yang sakit hanya mengandalkan RSUD Leuwiliang,” kata Sastra Winara.
Ia berujar, masyarakat di beberapa kecamatan seperti Rumpin, Tenjo dan Parungpanjang, terpaksa dilarikan ke rumah sakit di kota dan kabupaten tetangga jika ada yang memerlukan rawat inap.
“Sebagian besar warga yang tinggal di wilayah-wilayah tersebut terpaksa berobat ke wilayah kota/kabupaten tetangga lebih dekat untuk dijangkau Kalo berobat ke RSUD Leuwiliang, jaraknya lebih jauh dan harus ditempih perjalanan berjam-jam,” kata dia.
Keluhan masyarakat ihwal jauhnya jarak dalam mendapatkan akses kesehatan ini, kata Sastra harus menjadi catatan khusus yang akan disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Bogor. “Kami berharap Kabupaten Bogor, khususnya Bogor Barat punya pelayanan kesehatan yang baik, yang betul-betul dibutuhkan kepada masyarakat,” ucapnya.
Karena itu, Sastra Winara meminta pada Pemkab Bogor khususnya jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) segera mengkaji dan memasukkan rencana ini dalam prioritas pembangunan fasilitas layanan kesehatan.
“Itu akan menjadi catatan saya secara pribadi dan kelembagaan meminta Kepala Bapperida di tahun 2026 ini penambahan fasilitas kesehatan bisa menjadi masuk ke dalam perencanaan,” kata dia.
Dengan masuknya rencana ini ke dalam blueprint pembangunan 2026, Sastra menargetkan realisasi fisik atau operasional bisa mulai dirasakan pada tahun 2027. “Fokus utamanya adalah daerah yang selama ini paling jauh dari jangkauan RSUD, yakni Parung Panjang dan Tenjo” kata dia.
Sastra juga juga mengapresiasi Kabupaten Bogor yang telah mencapai predikat Universal Health Coverage (UHC). Artinya, hampir seluruh warga sudah terjamin asuransi kesehatan. Namun, jaminan asuransi akan percuma jika rumah sakitnya tidak ada atau sulit dijangkau.
“Di 2027 mudah-mudahan bisa kami intens (komunikasi) sudah baik. Ketika UHC sudah kita siapkan, tentu fasilitasnya juga perlu kami dukung, “ kata dia. (*)
Adw















