Pasuruan, REALITA – Aksi nyata untuk Bumi Pertiwi untuk kesekian kalinya di lakukan oleh anggota Dewan Bersama elemen masyarakat,pelajar berupa pelestarian lingkungandi lereng Gunung Penanggungan.
Pokdarwis Pengingat Leluhur Terpa Junior (PLTJ) menggelar kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan,merawat, menjaga hutan serta melindungi eksistensi sumber mata air
Kegiatan ini menjadi agenda kelima yang digelar komunitas tersebut dimana sebelumnya,penanaman dilakukan di lereng Arjuno Desa Cowek, Purwodadi, serta di kawasan Arjuno-Welirang wilayah Leduk, Pecalukan, dan Prigen.

Kegiatan pelestarian ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, LMDH, hingga kalangan pelajar.
Siswa yang terlibat berasal dari SMAN 1 Pandaan (SMANDA), SMK Gempol, SMPN 2 Pandaan, SMPN 1 Prigen, Al Azhar Sekarjoho, dan SMA Ma’arif Pandaan, serta warga desa setempat.
Terpisah Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Sugiyanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya edukasi lingkungan kepada masyarakat,anak didik sejak dini.
“Sekolah sudah mengajarkan anak didiknya untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan alam. Ini langkah konkret yang harus terus kita dukung,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Menurut pria yang akrab di panggil Abah Gik, bahwa upaya perlindungan terhadap mata air menjadi isu krusial.
Ia menyoroti semakin masifnya eksploitasi air, baik untuk konsumsi maupun kepentingan industri, termasuk dalam bentuk air kemasan dan distribusi menggunakan mobil tangki ke luar daerah.
“Air adalah kebutuhan dasar manusia. Namun saat ini banyak mata air yang sudah tidak lagi aktif dan tidak mengalir. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Ia menegaskan, perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan air dalam skala besar memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk ikut menjaga kelestarian sumber daya tersebut.
“Kita semua punya tanggung jawab besar. Terutama pelaku usaha yang mengeksplorasi air sebagai bahan baku. Jangan hanya mengambil, tetapi juga wajib menjaga dan melindungi,” tegasnya.
Sugiyanto juga mengutip pesan kearifan lokal yang disampaikan seorang sesepuh dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kata “air” mengandung makna filosofis.
“A artinya Aku, I artinya a Iki (ini), R itu Rawatlah. Artinya, air memberi pesan kepada kita untuk selalu menjaga dan merawatnya,” jelasnya.
Ia berharap gerakan penanaman pohon ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya merawat “ibu pertiwi” dan menjaga keseimbangan alam.
“Mari kita jaga dan lestarikan hutan kita. Harapannya, yang terus mengalir adalah mata air, bukan air mata,” pungkasnya.(Abi/sul)
Editor/Sam*















