Pasuruan, REALITA – Upaya Pemkab Pasuruan dalam mengurangi Kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2026 tidak lagi di lakukan secara parsial agar hasil output yang di harapan bisa betul betul di rasakan dan di manfaatkan oleh masyarakat, pada tahun 2026 metode menanganan Kawasan kumuh secara terintegrasi.
Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman yang di konfirmasi di sela acara forum perangkat daerah dan konsultasi publik pada Ju.at ( 13/02/26) di ruang pertemuan ia menjelaskan , sesuai dengan arahan bapak Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo untuk penanganan pengurangan kawasan kumuh akan di lakukan melalui pendekatan komprehensif

Pria yang akrab di panggil Bang Eko menambahkan,metode ini konsepnya adalah memadukan perbaikan infrastruktur fisik (jalan, sanitasi, air bersih, RTH) dengan peningkatan kualitas sosial-ekonomi masyarakat. Program ini dilakukan lintas sektor, melibatkan pemerintah pusat/daerah.
Untuk Komponen Penanganan Terintegrasi meliputi Infrastruktur Dasar yakni Perbaikan jalan lingkungan, drainase, pengelolaan sampah (TPS3R), pembangunanan jamban sehat, dan sarana air bersih.
Manfaat dari penanganan ini, adaalah untuk meningkatan kualitas hidup warga melalui penyediaan hunian layak, perbaikan infrastruktur dasar (sanitasi, air bersih, jalan), serta peningkatan kesehatan lingkungan. Pendekatan ini juga mengurangi kesenjangan sosial, menciptakan ruang publik yang layak, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan menciptakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan.
“ nanti akan di bangun rumah tidak layak huni 552 unit,Pembangunan jamban sehat 79 unit,Pembangunan drenase, dan peningkatan kualitis TPS3R “jelasnya.
Editor/Sam*















