Example floating
Example floating
BERITA DAERAH

Dapur SPPG Japanan 2 di Resmikan, Komitmen Wujudkan Anak Pasuruan Sehat dan Cerdas

675
×

Dapur SPPG Japanan 2 di Resmikan, Komitmen Wujudkan Anak Pasuruan Sehat dan Cerdas

Sebarkan artikel ini

Pasuruan, REALITA – Grand Opening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) resmidilaksanakan di wilayah desa Kejapanan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang dibuka oleh ketua Yayasan, bertempat di Gedung Kaca Kampung PIA dusun Warurejo desa Kejapanan kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, kamis (12/2/2026).

Dapur SPPG tersebut di bangun di atas lahan kas desa Kejapanan area Kampung PIA.

Peresmian dapur tersebut merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan gizi anak-anak dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Acara grand opening Dapur SPPG Kejapanan 2 dihadiri elemen masyarakat. Mulai dari warga setempat, tokoh agama, perangkat desa, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Forkopimkam Kepala desa Kejapanan, Kepala sekolah mulai dari Paud, TK, SD, dan SMP, hingga jajaran pemerintah kabupaten.

Dapur ini akan menjadi pusat pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di desa Kejapanan Kecamatan Gempol dan sekitarnya. Program ini adalah hasil kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan anak-anak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dapur SPPG Kejapanan 2 dikelola oleh Yayasan keluarga berkah bersama l. Kehadiran yayasan lokal ini menjadi kekuatan penting dalam menggerakkan program ini di tingkat desa.

Rosul, selaku ketua Yayasan dalam sambutannya,ia mengatakan untuk sementara ini secara bertahap hanya melayani SMPN 1 Gempol, sampai di anggap mampu baru bisa melayani sesuai target antara 2.500 sampai 3.000 porsi.

“Sementara ini kita melayani di desa Kejapanan saja, khususnya SMPN 1 Gempol yang ada di dusun Warurejo, barat gedung SPPG Japanan 2 ini. Karena di sekolahan tersebut muritnya lumayan banyak, ada seribu lebih. Karena per dapur di batasi hanya 2.500 sampai 3.000 pursi. “Ujar Rosul.

Terkait perekrutan karyawan, sesuai juknis, Rosul mengatakan secara aturan 30% harus warga lokal. Namun terapannya ada 30% lebih.

Terkait menu, Rosul menegaskan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Japanan 2 bisa fleksibel, berdasarkan kebutuhan gizi, selera lokal, dan kondisi khusus siswa, seperti menu pengganti bagi penerima manfaat yang Alergi atau Kebutuhan Khusus. Juga menyesuaikan dengan selera lokal, serta bervariasi setiap harinya agar siswa tidak bosan.

” Pihak sekolah dan siswa dapat request menu MBG ke SPPG. Nanti kita fasilitasi melalui mekanisme komunikasi dua arah, seperti surat permintaan menu di ompreng makan, yang kemudian akan dipertimbangkan oleh ahli gizi SPPG berdasarkan standar gizi dan anggaran yang tersedia. Selama masih tetap memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kita Layani, “Ujar Rosul.

Bahkan menjelang bulan puasa romadhon ini SPPG Japanan 2 sudah menyiapkan menu kering atau menu khusus selama bulan Ramadan.

 

Editor/Sam*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *