Example floating
Example floating
Berita Bangkalan

Belum Genap 13 Tahun, Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan Sukses Menulis Syarah Kitab Karya Imam Al-Ghazali

4660
×

Belum Genap 13 Tahun, Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan Sukses Menulis Syarah Kitab Karya Imam Al-Ghazali

Sebarkan artikel ini

Bangkalan, REALITA – Seorang pemuda cilik dari Bangkalan, Madura, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam dunia keilmuan Islam. Bernama Lora Ubaidillah Royyan Adzra’i, putra RKH Karror Abdullah Schal dan cucu dari keturunan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, telah berhasil menyusun syarah kitab tasawuf klasik meskipun usianya belum mencapai 13 tahun.

Royyan saat ini menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, dengan masa menginap di pesantren baru kurang dari dua tahun penuh. Meskipun demikian, ia telah terpilih untuk mengikuti program takhassus – jalur pembelajaran khusus yang biasanya hanya diakses oleh santri terpilih dengan komitmen tinggi dalam menuntut ilmu.

“Dalam waktu kurang dari dua tahun setelah mondok, Royyan sudah bisa masuk program takhassus. Bisa dibilang dia adalah contoh nyata efisiensi belajar dengan hasil yang luar biasa,” ujar Lora Ismail Al Ascholy, sepupu Royyan, dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @ismailascholy pada hari Rabu, 4 Februari 2026.

Selain mengikuti program khusus tersebut, bocah yang masih berusia belia ini juga dipercaya untuk mengikuti kompetisi penulisan kitab dengan tenggat waktu hanya dua bulan. Ia menjadi satu-satunya peserta yang berusia di bawah kelas Aliyah, sementara sebagian besar peserta adalah santri tingkat akhir atau bahkan para asatidz.

Menurut Lora Ismail, prestasi yang diraih Royyan tidak lepas dari dua faktor utama. Pertama, tekad dan kerja keras pribadi dalam mengejar ilmu pengetahuan. Kedua, keefektifan sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Sidogiri.

“Hal ini membuktikan bahwa pesantren mampu mencetak generasi muda dengan kapasitas keilmuan yang mengesankan bahkan di usia yang masih sangat muda,” jelasnya.

Lora Ismail menambahkan, pencapaian Royyan sebagai penulis kitab muda tergolong sangat jarang. Dalam sebuah karya berjudul Alfiyah Tashnif yang ditulis oleh Lora Ibrahim Amin (adik Lora Ismail Al Kholilie), disebutkan beberapa tokoh ulama besar yang telah menghasilkan karya tulis sebelum usia 20 tahun. Di antaranya Imam Al-Bukhari yang menulis pada usia 18 tahun, Ibnu Taimiyah di usia 19 tahun, Imam As-Suyuthi pada usia 17 tahun, Syekh Muhammad Amin Asy-Syinqithi sebelum memasuki usia baligh, serta Ibnu Marzuq At-Tilmisani yang bahkan mulai menulis pada usia 6 tahun.

“Jika kita urutkan, Royyan berada pada peringkat kedua atau ketiga sebagai mushannif termuda di dunia, dan saya sendiri berada di posisi keempat,” tulisnya dengan nada bangga disertai emoji senyum.

Karya yang disusun Royyan berjudul Tadzkirah Al-Muqwīn Syarah Minhajul ‘Arifin, merupakan penyampaian pemahamannya terhadap kitab tasawuf tingkat lanjut karya Imam Al-Ghazali yaitu Minhajul ‘Arifin. Kitab berukuran hampir 100 halaman tersebut bahkan telah mendapatkan apresiasi dari KH Thoifur Ali Wafa – seorang mushannif produktif dari Sumenep yang telah menghasilkan ratusan karya tulis keilmuan.

“Kabar ini sungguh menyegarkan bukan hanya bagi dunia pesantren, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Bangkalan dan keluarga besar Pondok Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan,” ucapnya.

Lora Ismail berharap, prestasi yang membanggakan dari Royyan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh kalangan pesantren untuk terus berkontribusi dalam dunia keilmuan Islam. “Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan keteguhan hati kepada Royyan agar dapat terus menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya yang telah mendidiknya dengan penuh cinta semenjak kecil. Amin,” pungkasnya.

eMHa

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *