Pasuruan, REALITA – Kegagalan program ketahanan pangan di Tingkat Desa /ataupun kecamatan yang di sinyalir madanya penyimpangan arah kebijakan dari semangat regulasi Dana Desa tidak bisa di benarkan secara universal,pasalnya ada sejumlah pokmas yang mendapat mengelola Dana Desa untuk budidaya ternak masih tetap berjalan baik dan populasi ternak mengalami perkembangan
Salah satu contohnya di Pokmas Dusun Bulu Desa Bulusari Kecamatan Gempol,(10/01/26). mereka mendapat kucuran dana DD sebesar Rp 10 jt rupiah dari dana DD pada tahun 2023, dana tersebut di pergunakan untuk membeli indukan kambing dan membangun kendang
“ Pokmas di dusun kami mendapat program bantuan Rp 10 jt rupiah, kita belikan kambing 3 ekor ( induk betina dan Jantan )serta pembuatan pembuatan kendang “jelas H Slamet Kasun Bulu Desa Bulusari saat di temui di kandang “jelasnya.
Ia menambahkan, dalam perjalan proses perawatan kambing bantuan tersebut memang tidak mudah,ada kendala di proses perawatan karena program tersebut memang tidak di siapkan anggaran khusus untuk pengadaan pakan,
“kami bersama dengan karangtaruna secara bergantian “ngarit rumput untuk pakan ternak alhamdulillah sekrang jumlah kambing jumlah berkembang menjadi 24 ekor “tuturnya.
Slamet menambahkan, dirinya juga merogoh kocek pribadinya untuk pembelian mesin coper ( pemotong rumpu ) dan membuat pakan silase ( Pakan ternak silase adalah pakan hijauan rumput, daun, limbah pertanian) yang diawetkan melalui fermentasi anaerob, tak hanya berhenti di sana,pria yang menjabat sebagai Kepala Dusun juga meluangkan waktu mencari rumput usai ngantor dari Desa.
Editor/Sam*















