Example floating
Example floating
BERITA DAERAH

Pemdes Boro Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana, Bareng BPBD Sidoarjo

836
×

Pemdes Boro Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana, Bareng BPBD Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, REALITA – Sebanyak 22 Perlindungan Masyarakat (Linmas) mengikuti pelatihan Mitigasi Bencana, yang di
gelar Pemerintah Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin. Hal tersebut bertujuan memberikan wawasan, pengetahuan mengenali potensi terhadap bencana. Sekaligus peningkatan kewaspadaan secara dini, sehingga langkah solusi penanganan dapat teratasi, Selasa (30/12/2025) siang.

Dilokasi, Forkopimpka Tanggulangin, BPBD Kabupaten Sidoarjo, M.Soichunnuruddin
Kepala Desa Boro, Fajar Mardianto Sekretaris Desa beserta staff turut hadir.

Dikatakan, M. Hamzah Syaifullah, dan Sulaiman Tim Reaksi Cepat BPBD Sidoarjo menjelaskan bahwa kegiatan mitigasi bencana, yang pesertanya diikuti dari Linmas. Merupakan hal baik karena keberadaan mereka itu, ditengah-tengah dan berdekatan dengan masyarakat. Maka pembekalan teknik-teknik maupun metode penanganan, bilamana terjadi bencana disekitarnya dapat teratasi, ujarnya.

” Kita kenalkan secara dekat cara awal mengoperasionalkan mesin gergaji, serta teknik pemotongan sampai pada kerusakan dan penggatian rantai gergaji. Sehingga nantinya ketika mereka dilapangan menghadapi kendala, disaat penanganan bencana seperti pohon tumbang akibat puting beliung tidak merasa kebingungan, dan sebagainya, ” paparnya.

Diungkapkan M. Hamzah Syaifullah, penggunaan atau operasionalkan mesin gergaji tidak semudah dibayangkan. Dikarenakan menyangkut keselamatan diri sendiri, dan tidak terkesan asal-asalan. ” Tata cara penanganan bencana lainya, seperti banjir, orang terseret arus, telah kami paparkan agar kelak para peserta ini lebih paham, mengerti. Intinya penanganan pertama, sambil menunggu bantuan tiba, ” jelasnya.

Terpisah, M.Soichunnuruddin
Kepala Desa Boro, didampingi Fajar Mardianto Sekretaris Desa mengatakan pelatihan mitigasi bencana merupakan kegiatan yang perlu diketahui, dan diikuti. Sebab bencana itu tidak disangka-sangka kedatanganya, maka adanya ini perlu kita cetak lebih dini untuk kesiapan dalam penanganannya. Apalagi dikawasan Tanggulangin, desa-desa banyak terdapat genangan air akibat curah hujan tinggi, katanya.

Diceritakan M.Soichunnuruddin, pada bulan November, Desember, dan awal Januari biasanya potensi curah hujan tinggi. Sedangkan di Desa Boro itu tidak pernah banjir, namun ketiga kali ini selama menjabat terdapat genangan sampai di kantor balai desa. Tidaknya hanya itu dilingkungan tingkat RT, hampir 40 persen mengalami hal sama yakni banjir, ungkapnya.

Tidak dipungkiri penyebab banjir, karena ada beberapa faktor. Maka dari itu kami berharap, adanya pelatihan mitigasi bencana. Para peserta lebih paham, dan lebih mengerti. Karena bencana itu tidak hanya banjir saja, melainkan mungkin pohon tumbang dan sebagainya, tambahnya.

Sementara Sabino Mariano Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Sidoarjo menyampaikan dalam penanganan bencana janganlah menjadi beban, akan tetapi jadikanlah suatu kesenangan, heppy atau hobby. Selain itu juga utamakan komunikasi, koordinasi, diskusi
satu dengan lainnya, agar keamanan, sosial terkondisikan. ” Memang melihat tradisi cangkrukan, ngobrol bareng itu sudah hilang dan tidak ada, ” ucapnya.

Tidak dipungkiri ,saling memahami, tolong menolong, bergotong royong, merupakan budaya asli orang Indonesia. Mudah-mudahan pelatihan secara singkat ini, dapat dipahami dan dimengerti. ” Kejadian bencana pohon tumbang, banjir, cari masalahnya itu nama nya mitigasi. Seperti mencari salurannya tersunbat apa tidaknya, itupun disebut mitigasi. Sedangkan mitigasi itu dilakukan sebelum kejadian, dan setelah kejadian, ” paparnya Sabino Mariano

” Penanganan bencana ada tiga tahap, yaitu pra bencana (sebelum), bencana, dan setelah bencana (pasca bencana). Jika ada temuan-temuan dilapangan, terkait sumbatan saluran dapat diinformasikan ke RT, RW, Perangkat, Kepala Desa untuk kerja bakti bersama. Minimal dapat membangun ketahanan sosial, berbasis pada kebersamaan. Ingat kita belajar dari, Soko Guru ( Solid, Kompak, Guyub, Rukun ). Dari itulah, kita akan mengatasi bencana bersama-sama, ” pungkasnya.(AHP/Sam*

 

Editor/Sam*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *